Ayah Rizki-Ridho, Penjahit di Medan yang Mendadak Banjir Order Berkat Popularitas Anak

Vallesca Souisa Jumat, 21 Mei 2021 10:45:00
Rizki-Ridho mengenang sang ayah

TABLOIDBINTANG.COM - Pagi ini, Jumat (21/5) ayah dari pedangdut kembari Rizki-Ridho mengembuskan nafas terakhirnya. Diketahui karena sakit. Derai tangis tak kuasa tertatahan. Saat mendengar kabar ayahnya pergi untuk selama-lamanya, Iki—panggilan akrab Rizki—masih di Jakarta. Ia hanya bisa melihat jenazah sang ayah melalui video call. Gambar ini kemudian ia sharing di akun instagramnya. Kedua kakak-beradi ini langsung bergegeas terbang ke Medan, menemui sang ayah, Abdul Muthalib Pilly terakhir kalinya.

Jenazah ayah RIzki Ridho
Jenazah ayah RIzki Ridho

Rizki dan Ridho sangat dekat dengan ayahnya. Dari usia 16 tahun, saat ikut ajang D’Academy dan melejit, impian mereka adalah membantu memulihkan perekonomian ayahnya, yang sehari-hari bekerja sebagai penjahit di Medan, Sumatera Utara.

Kesuksesan Rizki-Ridho di panggung dangdut memang langsung mendongkrak usaha kecil-kecilan ayahnya di kampung. Sejak orang mengenal Rizki-Ridho, mendadak order jahitan Bapak Abdul Mutolib membludak. “Banyak orang datang dari jauh minta dijahitkan Bapak. Mereka minta dijahitkan celana, kemeja, atau blazer seperti Iki sama Idho. Anak-anak sekolah juga datang minta dijahitkan rok. Bapak sampai kewalahan, enggak bisa menampung. Maklum, yang kerja hanya dua orang. Penjahit kecil-kecilan. Yang penting cukup untuk makan sehari-hari,” bilang Siti Aisyah, ibu dari 2R, ketika diawawancarai tabloidbintang.com, pada 2016 silam.

Usaha kecil ini dikembangkan kemudian oleh 2R menjadi bisnis konveksi secara online. “Banyak yang kami ingin lakukan, semua untuk menyenangkan orang tua,” ucap Rizki.

“Iki sayang papa, tapi Tuhan lebih sayang papa,” tulis Iki terakhir kalinya pagi ini, ketika mendengar kepergian sang ayah.


Penulis Vallesca Souisa
Editor Vallesca Souisa
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.