6 Hal yang Perlu Diketahui tentang Covid-19 Varian Omicron

Redaksi | 2 Desember 2021 | 10:00 WIB

Badan kesehatan dunia, WHO (World Health Organization) telah menetapkan varian baru Covid-19, B.1.1.529 atau Omicron sebagai Variant of Concern (VOC) atau varian yang menjadi perhatian, pada 26 November 2021. "Keputusan ini didasarkan pada bukti yang diberikan kepada TAG-VE bahwa Omicron memiliki beberapa mutasi yang mungkin berdampak pada perilakunya, misalnya, seberapa mudah menyebar atau tingkat keparahan penyakit yang ditimbulkan,” demikian penjelasan WHO yang diupdate pada Minggu, (28/11).

TAG-VE adalah the advice of WHO’s Technical Advisory Group on Virus Evolution atau Kelompok Penasihat Teknis WHO tentang Evolusi Virus. WHO menjelaskan saat ini saat ini para peneliti di seluruh dunia sedang melakukan penelitian untuk lebih memahami seluk beluk varian Omicron.

WHO memberikan pemaparan mengenai beberapa poin penting terkait varian Omicron.

1. Penularan

WHO menyatakan hingga saat ini belum jelas apakah Omicron lebih menular, misalnya, lebih mudah menyebar dari orang ke orang dibandingkan dengan varian lain, termasuk Delta. “Jumlah orang yang di tes positif telah meningkat di wilayah Afrika Selatan yang terkena varian ini, tapi studi epidemiologi sedang dilakukan untuk memahami apakah itu karena Omicron atau faktor lain,” kata WHO.

2. Tingkat keparahan penyakit

WHO menjelaskan belum dapat disimpulkan secara pasti apakah infeksi Omicron menyebabkan penyakit yang lebih parah dibandingkan infeksi varian lain, termasuk Delta. Berdasarkan data awal menunjukkan ada peningkatan tingkat rawat inap di Afrika Selatan, tapi hal ini mungkin terjadi karena meningkatnya jumlah orang yang terinfeksi, bukan akibat infeksi spesifik dengan Omicron. 

Hingga saat ini tidak ada informasi yang menunjukkan bahwa gejala yang terkait Omicron berbeda dari varian lain. Infeksi awal yang dilaporkan terjadi di kalangan individu yang lebih muda cenderung memiliki penyakit yang lebih ringan tetapi melihat tingkat keparahan varian Omicron akan memakan waktu berhari-hari hingga beberapa minggu. 

3. Efektivitas infeksi SARS-CoV-2 sebelumnya

WHO mengungkapkan berdasarkan bukti awal menunjukkan adanya kemungkinan terjadinya peningkatan risiko infeksi ulang dengan Omicron. Orang yang sebelumnya terinfeksi Covid-19 dapat terinfeksi lagi dengan lebih mudah dibandingkan dengan varian lain. "Tapi informasinya masih terbatas. Informasi lebih lanjut tentang hal ini akan diperbaharui dalam beberapa waktu mendatang,” ungkapnya.

4. Efektivitas vaksin

WHO bekerja sama dengan pihak terkait untuk mengetahui dampak potensial dari varian Omicron pada tindakan pencegahan yang ada, termasuk vaksinasi. WHO memandang vaksinasi Covid-19 tetap penting dan efektif mengurangi penyakit parah dan kematian, termasuk melawan varian dominan yang beredar, Delta. 

5. Efektivitas tes

Tes Polymerase Chain Reaction (PCR) digunakan untuk mendeteksi infeksi, termasuk infeksi Omicron. Studi untuk menentukan apakah ada dampak pada jenis tes lain, termasuk tes deteksi antigen cepat sedang berlangsung.

6. Efektivitas perawatan

WHO menyebut Kortikosteroid dan Interleukin-6 (IL6) Receptor Blocker masih efektif untuk menangani pasien Covid-19 yang parah. Perawatan lain masih akan dikaji apakah masih efektif mengingat perubahan pada bagian virus dalam varian Omicron. WHO kembali mengingatkan untuk mengurangi penyebaran virus Covid-19 jangan lupa selalu menjaga jarak fisik minimal 1 meter, memakai masker yang pas, membuka jendela untuk meningkatkan ventilasi, menghindari ruang yang berventilasi buruk atau ramai, menjaga tangan agar tetap bersih.

Sumber: Covid19.go.id. 

Penulis : Redaksi
Editor: Redaksi
Berita Terkait