Pesta Gay di Kelapa Gading: Polisi Menciduk 141 Orang yang Diduga Terlibat

TEMPO Monday, 22 May 2017
Ilustrasi (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Pesta gay di tempat latihan kebugaran di Kelapa Gading, Jakarta Utara, diduga telah lama dilakukan. "Sudah tiga tahun kegiatan ini dilakukan," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Jakarta Utara Ajun Komisaris Besar Nasriadi lewat pesan pendek, Senin, 22 Mei 2017.

Tempat fitness yang terletak di perkantoran Permata Blok B 15-16, Kelapa Gading, itu digerebek polisi pada Ahad malam, 21 Mei 2017.

Lokasi yang diduga menjadi tempat pesta seks sesama jenis ini ada di lantai 2 dan 3 ruko. Lantai 2 ditujukan untuk pertunjukan tarian telanjang atau striptis dengan empat pemain. Lantai 3 khusus untuk fasilitas spa, tempat lokasi para gay berendam dan berhubungan seks. Sedangkan di lantai 1, tersedia fasilitas dan alat-alat kebugaran umum.

Dalam penggerebekan semalam, polisi menciduk 141 orang yang diduga terlibat dalam pesta itu. Sepuluh di antaranya ditetapkan sebagai tersangka. Polisi menyangka mereka melanggar Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2008 tentang Pornografi.

Nasriadi menuturkan masih ada kemungkinan kasus ini berkembang. "Saat ini, mereka masih dalam pemeriksaan," ucapnya.

Adapun sepuluh orang yang ditetapkan menjadi tersangka adalah pemilik usaha fitness, Christian Daniel Kaihatu, 40 tahun; resepsionis dan kasir yang menyiapkan honor penari striptis, Nandez (27); resepsionis dan kasir yang menerima pembayaran pengunjung, Dendi Padma Putranta (27); serta petugas keamanan yang menyerahkan honor penari striptis, Restu Andri (28).

Polisi juga menetapkan enam orang lain yang diduga melanggar Pasal 36 juncto Pasal 10 UU Pornografi. Mereka adalah dua penari striptis, Syarif Akbar, 29 tahun, dan Bagas Yudistira (20); pelatih kebugaran, Roni (30); perancang busana, Tommy Timothy (28); serta dua tamu acara, Aries Suhandi (41) dan Steven Handoko (25).

 

TEMPO.CO

Penulis TEMPO
Editor Suyanto Soemohardjo
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.