Hamil 5 Bulan, Vicky Shu Hadir di Persidangan First Travel, Bagaimana Syahrini?

Supriyanto Rabu, 14 Maret 2018 18:20:00
Hamil 5 Bulan, Vicky Shu Hadir di Persidangan First Travel, Bagaimana Syahrini? (Seno / Tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Sidang kasus penipuan ribuan jamaah umrah oleh First Travel kembali digelar, Rabu (14/3) siang di Pengadilan Negeri Depok, Jawa Barat. Agenda sidang kali menghadirkan 10 orang saksi dari pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) salah satunya penyanyi, Vicky Shu.

Selain Vicky Shu, nama Syahrini, Ria Irawan, Merry Putrian dan almarhumah Julia Perez juga ikut disebut-sebut artis yang mempromosikan First Travel pada saat melakukan perjalanan umrah. Mereka diduga mendapat kucuran dana dari hasil penipuan jamaah.

Namun, dari sederet nama artis yang dipanggil sebagai saksi, baru Vicky Shu yang menunjukan niat baiknya. Padahal, Vicky Shu diketahui sedang hamil lima bulan.

Vicky shu mengungkapkan, hadir memenuhi panggilan Jaksa agar perkara yang melibatkan namanya cepat selesai.

"Nggak apa-apa saya hamil. Yang penting masalahnya cepat selesai. Mau diundur berapa lama, yang kasian jamaah lain," ungkap Vicky Shu di PN Depok, Jawa Barat, Rabu (14/3).

Sementara, Jaksa Tri Sumarni beberapa waktu lalu mengatakan pihaknya sudah melayangkan surat panggilan kepada Syahrini untuk bersaksi Rabu (14/3) siang.

(Seno / Tabloidbintang.com)
(Seno / Tabloidbintang.com)

"Rabu di jadwal kita. Tunggu saja. Berikutnya, baik itu hari Rabu ataupun Senin minggu depan, kita sudah lakukan pemanggilan," kata jaksa Tri Sumarni kepada wartawan beberapa hari lalu.

Namun, hingga sidang First Travel dimulai, dari 10 saksi yang dihadirkan tidak ada nama Syahrini. Vicky Shu pun dipanggil sebagai saksi pertama pada sidang Rabu (14/3) siang.

(pri / wida)

Penulis Supriyanto
Editor Wida Kriswanti
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.