Sempat Mualaf, Ovi Sovianti Akui Ajak Suami Kembali ke Keyakinan Sebelumnya

Altov Johar Kamis, 6 Desember 2018 11:00:09
Ovi Sovianti menegaskan tak ada paksaan dari pihak lain terkait keputusannya pindah keyakinan. (Supriyanto/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Ovi Sovianti menegaskan tak ada paksaan dari pihak lain terkait keputusannya pindah keyakinan. Bahkan Ovi juga mengakui mengajak suaminya yang sempat menjadi mualaf, untuk kembali memeluk keyakinan sebelumnya.

"Suami yang aku tarik ke Kristen lagi. Suami itu dari pas pertama kita kenal, pacaran, dan menikah di saat itu, enggak pernah yang namanya ngajarin agamanya dia. Enggak pernah sama sekali, malahan dia mengimami aku salat," kata Ovi Sovianti, di Kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (5/12).

Ovi Sovianti mengaku sempat dibaptis setelah menyatakan pindah keyakinan. Dari yang ia pelajari, pembaptisan biasa dilakukan kepada mereka yang sudah dewasa.

Ovi Sovianti menegaskan tak ada paksaan dari pihak lain terkait keputusannya pindah keyakinan. (Seno/tabloidbintang.com)
Ovi Sovianti menegaskan tak ada paksaan dari pihak lain terkait keputusannya pindah keyakinan. (Seno/tabloidbintang.com)

"Biasanga kalau dari yang aku pelajari itu kalau dibaptis itu memang di saat dia dewasa. di saat dia mengerti gitu kayak aku kemarin. Aku juga sudah sempat dibaptis." 

Meski begitu, Ovi Sovianti tak begitu saja mengajak anaknya untuk mengikuti kepercayaannya saat ini. Apalagi sang anak masih tinggal bersama orang tuanya, yang syok ketika mengetahui dirinya pindah keyakinan.

"Anak sih masih di orang tua ya, aku juga masih belum bisa ambil gitu aja. Jadi memang harus pelan-pelan, semoga aja nanti orang tua bisa terima," ucap Ovi Sovianti

(tov/ari)

Penulis Altov Johar
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.