Dua Anak Donita dan Adi Nugroho Bisa Kejang-kejang jika Demam Tinggi

RIK Kamis, 5 Maret 2020 12:30:23
Masuknya virus Corona ke Indonesia membuat banyak masyarakat panik, tak terkecuali pasangan Adi Nugroho dan Donita (Markuat/tabloidbintang.com))

TABLOIDBINTANG.COM - Masuknya virus Corona ke Indonesia membuat banyak masyarakat panik, tak terkecuali pasangan Adi Nugroho dan Donita. Keduanya khawatir virus tersebut memapar dua anaknya yang memang riwayat penyakit demam tinggi dan juga pernafasan. 

"Anakku ada dua, mereka dua bulan lalu sakit kaya flu gitu lah. Kalau kata dokter saat itu, emang lagi ada virus yang menyerang anak-anak kecil, yang emang suhunya sampai tinggi," ungkap Adi Nugroho, Rabu (4/3). 

Lebih lanjut, Adi Nugroho pun mengakui jika kedua anaknya sedang sakit, mereka bisa sampai kejang-kejang. 

Keluarga Adi Nugroho. (Instagram)
Keluarga Adi Nugroho. (Instagram)

"Karena anak pertama kalau demam tinggi kejang, kalau kata dokter adiknya kan cowok, kalau anak cowok tuh lebih gampang kejang. Karena dua-duanya gampang kejang, jadi dijaga jangan sampai demam tinggi," terangnya kemudian. 

Maka dari itu, saat virus Corona ramai menjadi bahasan setelah masuk ke Indonesia, Adi Nugroho dan Donita pun sebisa mungkin mencegah anaknya terpapar virus Corona. Salah satu langkah antisipasi, mereka rela merogoh kocek yang cukup dalam hingga lebih dari Rp1 Juta untuk menyetok persediaan masker di rumahnya. 

"Anakku yang pertama itu dia kalau demam tinggi pernah dirawat di rumah sakit, jadi agak takut nih kalau yang virus-virus kayak gini, takutnya demam. Kalau anak yang kedua sempat masuk ICU karena pernapasannya kan, jangan sampai dia batuk, jangan sampai dia bermasalah sama pernapasan, kayak flu atau segala macam," pungkasnya.

(rik)

Penulis RIK
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.