Ruri Repvblik Temui Putra Deddy Dores yang Jadi Driver Ojol

Ari Kurniawan Sabtu, 15 Agustus 2020 20:00:31
Ruri Repvblik mengunjungi Calvin Dores. (Istimewa)

TABLOIDBINTANG.COM - Ruri Wantogia atau Ruri Repvblik kembali menunjukkan empatinya kepada rekan sesama musisi. Kali ini, Ruri mengunjungi Calvin Dores, putra almarhum musisi Deddy Dores, yang dikabarkan mengalami kesulitan ekonomi. 

Ruri awalnya mengirim tim untuk mencari tahu kondisi dan keberadaan Calvin. Ruri cukup terkejut setelah mendapat informasi yang menyebut Calvin sempat mencari nafkah dengan menjadi pengemudi ojek online, bahkan jadi kuli bangunan. 

"Kondisi dia ya memang bener dengan apa yang gue denger. Dia berjuang sendiri dengan sempet menjadi ojol dan kuli," ungkap Ruri Repvblik, dalam video yang diunggah di kanal YouTube Ruri Wantogia. "Intinya dia serabutan, apa aja ada pemasukan dia sikat asal bisa hidupin kebutuhan keluarganya. Ya semenjak di tinggal bokapnya dia kondisinya berubah," lanjutnya. 

Ruri Repvblik mengunjungi Calvin Dores. (Istimewa)
Ruri Repvblik mengunjungi Calvin Dores. (Istimewa)

Tak sekadar berkunjung, Ruri juga menunjukkan kepedulian dengan mengajak Calvin untuk kembali berkarya di dunia musik. 

"Gue coba untuk mengajak dia lagi buat berkarya. Gue bantu Calvin nanti semaksimal mungkin. Dia banyak ciptain lagu. Kayaknya sih memang menurun darah seniman bokapnya ya," tutur Ruri. 

Tawaran Ruri disambut gembira oleh Calvin. Sebelumnya, Calvin mengaku sudah berusaha untuk menawarkan hasil karyaya ke label, tapi belum ada sambutan. 

"Udah pernah nawarin dan ada lagu yang masuk label juga, tapi sampai saat ini belum ada hasilnya dan gak keliatan ada progresnya," cerita Calvin. 

(ari)


 

Penulis Ari Kurniawan
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.