Ditangkap karena Narkoba, Millendaru Menangis Minta Maaf

Supriyanto Senin, 23 November 2020 23:00:23
Tertangkap narkoba, Millendaru minta maaf. (Supriyanto/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Keponakan Ashanty, Muhammad Millendaru Prakasa Samudra atau Millendaru, menangis meminta maaf. Ia mengaku salah karena mengonsumsi narkoba.

Selebgram berusia 21 tahun itu dimunculkan ke hadapan wartawan bersama jajaran Polres Pelabuhan Tanjung Priok. Mengenakan baju tahanan warna oranye, Millen mengungkap penyesalannya.

"Assalamualaikum warrahmatullahi wabarokatu. Buat teman-teman media, saya sangat meminta maaf," ungkap Millendaru sambil berurai air mata di Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (23/11).

Millendaru (Supriyanto/tabloidbintang.com)
Millendaru (Supriyanto/tabloidbintang.com)

Millendaru lalu meminta maaf kepada keluarga dan  semua orang terdekatnya. "Saya juga minta maaf untuk keluarga saya, mama, adik saya dan keluarga besar saya, dan teman-teman saya".

Millendaru kemudian mengucapkan terima kasih kepada petugas kepolisian yang sudah mengamankan dirinya di sebuah hotel kawasan Jakarta Utara.

Millen mengakui kesalahannya. Ia pun menyarankan kepada semua orang agar jauhi narkoba apalagi memakai barang terlarang.

"Saya salah, saya memakai. Saya nyesal. Saya meminum alkohol dan memakai barang juga, saya salah banget. Pokoknya untuk semuanya jangan ditiru, pokoknya jauhin narkoba. Terima kasih," pungkas Millendaru yang belum berhenti menangis.

Millendaru ditangkap karena kasus narkoba pada Minggu (22/11) dini hari di sebuah hotel kawasan Jakarta Utara. Selebgram bernama lengkap Muhammad Millendaru Prakasa Samudra itu ditangkap dengan barang bukti sabu seberat 0,36 gram.

(pri)

Penulis Supriyanto
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.