Teddy Syach Akhirnya Pulang ke Rumah Setelah 3 Minggu Meninggalnya Rina Gunawan

Supriyanto Rabu, 24 Maret 2021 06:00:14
Teddy Syach. (tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Sejak Rina Gunawan meninggal, 2 Maret 2021 lalu, Teddy Syach belum mau pulang ke rumah di kawasan Sentul, Bogor, yang ditempati bersama istrinya selama 20 tahun lebih. Setelah tiga minggu, Teddy akhirnya menginjakan kaki di rumah tersebut.

Teddy Syach menceritakan, meski ditemani putranya ia sulit untuk tidur. Baru bisa tidur lelap sekitar pukul 3 dini hari setelah berdoa untuk mendiang istrinya.

"Tadi malam sih, tadi malam tidur sebentar di sana. Semalam saja. Itu juga tidurnya dimulai dari jam 3 pagi. Kebetulan ada tamu sih. Nemenin aja," ujar Teddy Syach.

Dari keseluruhan ruangan di rumah, Teddy Syach menyebut kamar tidur adalah tempat yang paling banyak kenangan bersama Rina Gunawan.

"Artinya kan 20 tahun kami di sana, nggak pernah pindah. Ada rumah ini pun, kami nggak tinggal di sini (rumah nenek) istilahnya," ujar Teddy Syach.

"Dari awal kami memulai rumah tangga. Justru kamar. Karena mendiang itu lebih suka ada di dalam kamar (karena ada AC). Karena kalau di luar kan kayak di ruang tamu, meja makan saya tetap biarkan, udaranya hangat dan sirkulasi udaranya lancar," beber Teddy Syach.

Teddy Syach memutuskan untuk pulang ke rumah yang pernah ditempati bersama Rina Gunawan karena tidak ingin terus-terusan meratapi kesedihan. Menurut Teddy sudah saatnya untuk melanjutkan hidup.

"Karena lambat laun kita harus hadapi, pulang. Waktu itu dari rumah Mama, terus pulang tengah malam. Karena saya belum baca doa, belum apa di sana. Jadi tengah malam, saya yasinan tapi minta temani dulu sama si kakak (anak pertama)" pungkas Teddy Syach.

(pri)


Penulis Supriyanto
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.