Energi Konser Pertama 7 Tahun Lalu Membuat Tulus Percaya Diri dan Bersyukur

Wayan Diananto Sabtu, 16 Pebruari 2019 03:00:48
Konser Monokrom sebenarnya bukan kali pertama Tulus menggelar konser tunggal. (Tabloid Bintang Indonesia)

TABLOIDBINTANG.COM - Konser Monokrom sebenarnya bukan kali pertama Tulus menggelar konser tunggal.

Pemilik album Gajah itu mengajak kami menapaki masa lalu. Tepatnya, 7 tahun silam ketika ia menggelar konser tunggal pertama di Bandung. Konser dalam skala kecil itu hanya dihadiri teman, kerabat, keluarga, serta orang-orang yang mengenal lagunya lalu tergerak datang. Penontonnya kurang dari 200 orang. 

“Meski berskala kecil, energinya terasa sampai sekarang. Hari itu, rasa percaya diri saya tumbuh dari dalam. Setelah itu saya rajin menggelar konser dengan skala yang terus membesar. Lewat konser ‘Monokrom’ ini, saya ingin mengapresiasi orang-orang yang mendengarkan dan membuat lagu-lagu saya jadi ada nilainya,” beber penyanyi kelahiran 20 Agustus itu.

7 tahun silam ketika ia menggelar konser tunggal pertama di Bandung. (Seno Susanto)
7 tahun silam ketika ia menggelar konser tunggal pertama di Bandung. (Seno Susanto)

Konser di Kota Kembang itu mengajari Tulus banyak hal. Salah satunya, bersyukur. Setelah album Gajah dan Monokrom meledak di pasar, jadwal manggung Tulus merapat. Padatnya jadwal membuat ruang privasi menyempit dan me time jadi barang langka. 

“Saat kelelahan karena hari ini nyanyi, besok nyanyi, dan lusa manggung lagi, saya ingat-ingat lagi konser pertama di Bandung. Dengan begitu saya malu untuk mengeluh. Pun ketika mau naik panggung konser lalu gugup melanda, saya mengingat momen itu,” beri tahu penyanyi yang mengoleksi 10 piala AMI Awards. 

(wyn / gur)
 


Penulis Wayan Diananto
Editor Tubagus Guritno
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.