Dedikasi Prita Kemal Gani untuk Pendidikan dan Humas Hingga Tingkat ASEAN

Yuriantin Rabu, 6 Maret 2019 02:00:24
Prita Kemal Gani (Bambang Setiawan / tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Selain menjabat Direktur LSPR, Prita Kemal Gani  juga menjadi Presiden Jaringan Hubungan Kemasyarakatan ASEAN (ASEAN Public Relations Network/APRN).

Asosiasi humas seluruh ASEAN ini dibentuk 2014 lalu dengan tujuan saling bertukar ilmu antarpegiat humas di ASEAN. Prita mengatakan, praktisi humas di Indonesia berkualitas baik. Terbukti dari Indonesia yang sukses menggelar berbagai acara kaliber internasional. Salah satunya, ASIAN GAMES 2018 kemarin. 

Akan tetapi Prita mengingatkan, Indonesia tak boleh terlena. Menurutnya, praktisi humas Indonesia masih memiliki beberapa kekurangan dibanding beberapa negara ASEAN.

"Kemampuan bahasa Inggris kita sekarang masih kurang dari orang Malaysia dan Singapura. Kalau orang Filipina, mereka punya kemampuan public speaking dan kepercayaan diri yang tinggi. Padahal, dari segi konten dan kreativitas, orang Indonesia termasuk yang paling bagus," papar peraih ASEAN People's Awards 2015 ini.

Prita Kemal Gani menjabarkan, jumlah praktisi humas di ASEAN paling banyak berasal dari Indonesia. Maka, Indonesia menjadi tren humas di ASEAN. Menyadari ini, Prita mengajak negara di ASEAN bekerja sama lewat APRN.

"Indonesia dengan kreativitas dan jumlah penduduk yang besar, ditambah cara kerja orang Singapura yang efisien, orang Malaysia yang tekun, dan orang Filipina yang percaya diri, ASEAN menjadi paket lengkap. APRN dan LSPR juga membantu menyiapkan kurikulum salah satu kampus di Myanmar. Sedangkan di Vietnam, kami membantu membuat asosiasi humas," pungkas Prita. 

Penulis Yuriantin
Editor Tubagus Guritno
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.