Sinopsis Cinta Buta SCTV Hari ini Senin 15 Juli 2019

Panditio Rayendra Senin, 15 Juli 2019 15:30:07
Sinopsis Cinta Buta SCTV Hari ini Senin 15 Juli 2019

TABLOIDBINTANG.COM - Sinopsis Cinta Buta SCTV Hari ini Senin 15 Juli 2019

Debby masuk ke kamar Aulia. Aulia panik banget, langsung tutup jendelanya. Padahal Aslan masih ada di depan jendela kamar Aulia. Muka Aslan kehantam jendela kamar. Aslan kesakitan sambil pegang bibirnya.

Reyhan bilang ke Aslan, kalau dia mau certa. Jadi temen gue itu lagi kesel ama temen ceweknya, Soalnya si temen cowok ini dimarah-marahin terus ama temennya yang cewek! Aslan tersenyum karena mulai bisa menebak.

Aslan dengan santai ngomong. Itu mah gampang Bos, lu minta maaf aja sama Melly, terus lo juga jangan suka ngomong ketus ke dia… Reyhan kesal, Kok  lo jadi bahas Melly ama gue sih?

Sinopsis Cinta Buta SCTV Hari ini Senin 15 Juli 2019

Di rumah, Mirza terlihat mau berangkat ke kantor. Saat turun dari tangga, ia melihat Kania tersenyum di samping meja makan. Pagi Mas, sarapan dulu yuk, Mama udah siapin sarapan buat kamu. Mirza tertegun.

Aulia dan Aslan terlihat sedang makan dimsum pinggir jalan. Aulia kemudia menatap Aslan dan meminta maaf. Slan, maafin aku yah semalam aku spontan nutup jendela…
Di kantor Reyhan, Melly terlihat  sedang rapihin berkas buat ditaro ke ruang library. Reyhan melihat Melly.. Reyhan langsung samperin Melly sambil tersenyum manis. Hai Mel, lo belom sarapan ya? Ini gue bawain buat elo.

Melly melihat Reyhan dengan tatapan aneh. Lo salah minum obat Rey?. Reyhan jadi bete, tapi dia tahan karena inget kata Aslan gak boleh ketus.

Sinopsis Cinta Buta SCTV Hari ini Senin 15 Juli 2019

(ray / ray)

Penulis Panditio Rayendra
Editor Panditio Rayendra
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.