Sinopsis Dari Jendela SMP SCTV Hari Ini Selasa 15 September 2020

Binsar Hutapea Selasa, 15 September 2020 15:00:23
Sinopsis Dari Jendela SMP SCTV Hari Ini Selasa 15 September 2020

TABLOIDBINTANG.COM - Sinopsis Dari Jendela SMP SCTV Hari Ini Selasa 15 September 2020

Lukman cuma tercenung menatap HP Wulan di tangannya. Satria dan Linda coba bujuk Lukman. Kasihan Wulan. Jangan terlalu keras seperti itu. Lukman yang tadinya diam jadi meledak.

Irfan pulang. Tampak menahan emosinya. Ira tanya apa yang terjadi. Ira turut prihatin dengan yang terjadi. Irfan berterima kasih Ira sudah bantu jaga Lili. Ira minta Irfan menghadapi masalahnya dengan kepala dingin.

Inah dan Joko menangis sedih. Kenapa masalahnya jadi ruwet begini. Inah peluk Joko. Tenangkan Joko. Mereka akan hadapi ini bersama. Seperti yang Irfan bilang. Joko sedih, semua orang merendahkan mereka.

Joko kaget. Santi dan Roni yang bertamu, "Kalian? Kenapa? Malam malam ke sini?" Roni dan Santi sudah tahu masalahnya. Mereka tak sengaja dengar dari Gino cs. Santi dan Roni langsung lihat rumah Prapto yang terbakar itu.

Lukman baru saja duduk di kursi. Stres dan sedih dengan permasalahan yang di hadapi. Ia tampak lelah dan seperti orang banyak pikiran. HP Wulan yang di taruhnya di atas meja berbunyi. Lukman lihat di layar.

Roni dan Joko tak diberi kesempatan untuk bicara. Santi langsung ambil alih kembali HP-enya. Minta maaf pada Lukman. Santi ditegur Lukman walau dengan lembut. Lukman minta Santi jangan bergaul dengan Joko.

Wulan dengarkan semuanya. Sedih. Wulan menangis. Ia tak bisa lihat teman-temannya. Sampai sampai Lukman mencap Joko seperti itu. Wulan benar-benar sedih. Kasihan pada Joko. Linda muncul. Wulan peluk Linda.

Penulis Binsar Hutapea
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.