Tahun Depan, Kasur Pegas Masih Menjadi Tren. Ini Alasannya.

Wayan Diananto Jumat, 14 Desember 2018 04:45:31
Kasur pegas masih digemari masyarakat Indonesia, tahun depan. (Foto: Wayan Diananto)

TABLOIDBINTANG.COM - Ada banyak kasur beredar di pasar. Belakangan, kasur pegas alias spring bed makin populer. Popularitasnya menggerus kasur isi kapas. Tahun depan, masihkah kasur pegas menjadi tren? Pertanyaan itu terungkap dalam gelar wicara "120th Gold Anniversary King Koil" di Plaza Indonesia Jakarta Pusat, pekan ini.

Sales and Marketing Director PT Duta Abadi Primantara, Aria Hermawan, menjelaskan, kasur pegas digemari karena banyak faktor. "Pertama perawatannya simpel. Kasur pegas sebenarnya tidak perlu dijemur. Kedua, bercak dan noda bisa dihindari menggunakan matras protector. Ia melapisi kasur dari noda dan bercak. Matras protectorbisa dicuci dan diaplikasikan kembali untuk menutupi kasur. Ketiga, desainnya mewah dan elegan sehingga sangat disukai masyarakat," urai Aria.

Ia menambahkan, "Di Indonesia, masih banyak yang menggunakan kasur berisi kapas. Namun yang paling populer dan dipercaya mampu menjaga kesehatan tulang belakang secara optimal memang kasur pegas. Trennya untuk beberapa tahun ke depan masih baik mengingat, kesadaran masyarakat soal tidur yang sehat terus meningkat."

Dalam kesempatan itu, King Koil yang telah dibuat di lebih dari 30 negara memperkenalkan kasur pegas edisi terbatas, Gold Limited Edition. Di Indonesia, Gold Limited Edition hanya diproduksi sebanyak 250 buah dan disertai sertifikat keaslian pada setiap pembelian. Hadir dengan sentuhan berbahan kulit yang mewah, kasur ini memiliki desain jacquard berwarna emas dan hitam yang menajamkan kesan elegan.

Penulis Wayan Diananto
Editor Wayan Diananto
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.