Paras Kharisma: Mempercantik Wanita dan Mengedukasi Para Ibu Muda

Vallesca Souisa Selasa, 28 Januari 2020 20:30:23
Paras Kharisma menjalankan 3 salon khusus pemasangan ekstensi bulu mata dan nail art yang lagi cukup happening. (Dok Pribadi)

TABLOIDBINTANG.COM - Sebagai pebisnis, Paras Kharisma menjalankan 3 salon khusus pemasangan ekstensi bulu mata dan nail art yang lagi cukup happening, salah satunya di bilangan Gandaria, Jakarta Selatan. Sebagai seorang ibu, wanita kelahiran Bekasi 11 Juli 1988 ini, membesarkan buah hatinya Elroy Sachio (9 bulan) dengan edukasi kekinian sembari memberi tips parenting kepada ibu-ibu muda. “Teman-temanku suka bilang, enak ya jadi entrepreneur. Jangan salah, Say. Waktu kita justru terkuras lebih banyak. Jadi harus pintar membagi waktu.”

Berawal dari 50 Ribu Rupiah

Sama seperti kebanyakan wanita modern, mulanya Paras pekerja kantoran, yang bekerja dari pukul 9 sampai 5 sore. Namun lama-lama ia merasa bosan, terjebak rutinitas yang begitu-begitu saja. Setelah menikah, malah muncul keinginan berwirausaha. “Jadi, habis menikah itu aku bingung, mau ngapain, ya? Bosan kerja kantoran. Mulai berpikir, mau bisnis apa, ya?” cerita Paras kepada Tabloidbintang.com.

Paras Kharisma (Dok Pribadi)
Paras Kharisma (Dok Pribadi)

Kebetulan minatnya pada dunia kecantikan sangat besar. Salah satunya, tekonologi pasang bulu mata. Ia mengingat, di tahun 2015 pernah pasang bulu mata ekstensi dengan teknik tanam di sebuah salon, tapi pemasangannnya enggak benar, sampai bikin matanya iritasi dan bintitan.

“Gara-gara itu, aku jadi penasaran, pasti ada sesuatu yang salah, nih. Sampai akhirnya aku belajar pasang bulu mata. Aku kursus pasang ekstensi bulu mata di Jakarta dan di Taiwan,” kenang Paras. Paras jadi tau, bahwa teknik pemasangan bulu mata di salon tersebut bermasalah, sampai bikin matanya iritasi. Keterampilan pasang ekstensi bulu mata ini jadi benar-benar melekat.

Ilmu yang sudah didapat, terus diasah oleh Paras. Ia mengikuti pameran di Hongkong dan Korea yang menggelar perkembangan bulu mata serta teknologi yang mendukung. Nah, setelah menikah dan mencari-cari bidang bisnis apa yang kiranya ingin digeluti, terpikirlah membuka salon khusus ekstensi bulu mata. Di tahun 2016, belum banyak salon yang menyediakan jasa pasang ekstensi bulu mata dengan teknologi baru.

“Aku tuh enggak mikir sampai punya karyawan begini. Awalnya aku benar-benar sendiri. Modal ruangan di tempat tanteku. Aku memasang bulu mata sendiri, sampai sore. Pasang bulu mata per orang, aku kasih tarif 50 ribu rupiah. Itu masangin bulu mata per-orang bisa 3 jam. Aku sendiri yang memasang, aku yang memotret hasil karyaku, dan aku sendiri yang mengunggah ke Instagram,” tutur Paras. Lama-lama sang suami bilang, kalau mau maju enggak bisa semuanya dikerjakan sendiri. Harus memakai karyawan.

Paras Kharisma (Dok Pribadi)
Paras Kharisma (Dok Pribadi)

Mulailah Paras menseriusi. Masih memilih tempat di kawasan Bekasi, Paras memulai usaha dengan modal yang menurutnya enggak besar. “Dengan catatan, harga sewa rukonya murah, enggak dekor apa-apa, cuma beli bed lipat, belum pakai plang juga,” Ternyata balik modalnya cepat, untungnya juga lumayan. Enggak sampai enam bulan buka usaha di Bekasi, Paras sudah bisa buka tempat pemasangan bulu mata di daerah Cipete. Di tahun 2016 itu, PK Beauty Space—nama salon khusus pemasangan ekstensi bulu mata milik Paras—adalah yang pertama di kawasan Cipete.

Sesuatu yang baru di dunia kecantikan, yang membuat tampilan lebih baik dan praktis pastinya langsung diserbu wanita. Dengan ekstensi bulu mata, kita enggak perlu lagi repot menjepit bulu mata, pakai maskara, atau pasanga bulu mata palsu tiap hari. Ini cukup sekali pasang, bertahan hingga maksimal sebulan. PK Beauty Space pun langsung menarik banyak pelanggan. Setelah Cipete, dibuka cabang di Gandaria dan Karet Pedurenan, dengan total jumlah karyawan saat ini 18 orang.

Antara Bisnis dan Buah Hati

“Teman-temanku suka bilang, enak ya jadi entrepreneur. Jangan salah, Say. Waktu kita justru terkuras lebih banyak. Jadi harus pintar membagi waktu,” ujar Paras. Apalagi kalau punya anak yang masih berusia 9 bulan. Ini harus benar-benar membagi konsentrasi dan memanfaatkan setiap waktu yang ada sebaik mungkin. Kalau jadi pekerja kantoran waktu kerja jelas jam 9 pagi sampai jam 5 sore. Di luar jam itu, bisa stop enggak mikir kerjaan, enggak mau terima telepon yang berhubungan sama kantor. Kalau usaha sendiri enggak bisa seperti itu. Waktu kerjanya enggak jelas. “Dengan waktu yang terbatas ini, aku selalu terapkan, selagi kita punya waktu sama anak, itu harus totalitas. Aku secara khusus mengikutkan El (9 bulan) beberapa kegiatan bersama aku di luar rumah. Kegiatan-kegiatan ini yang tujuannya, selain melatih sensorik motorik, tapi juga ikatan ibu dan anak. Ada quality time,” papar Paras.

Paras Kharisma (Dok Pribadi)
Paras Kharisma (Dok Pribadi)

Cuma 1 atau 2 jam tapi benar-benar intens. Misalnya kegiatan gymnastic, yang dilakukan ibu dan anak, renang. Aktivitas-aktivitas ini, memperkuat ikatan ibu dan si kecil. “Di rumah, pagi-pagi, sebelum keliling control salon, aku memanfaatkan waktu makan pagi dengan El. Pulang, aku memanfaatkan waktu main sebelum tidur. Itu benar-benar lepas ponsel, perhatiannya fokus ke dia,” bilang Paras.

Sebagai Mompreneur, Paras tidak hanya menularkan hal-hal baru seputar parenting, tapi juga memberikan dorongan bagi ibu-ibu muda untuk berkarya. “Pertama sih, kita harus tau dulu passion kita apa. Hobi kita apa. Apa yang kira-kira bisa dijadikan uang.” Kebetulan di salonnya di Gandaria, Paras juga buka kursus teknik pemasangan ekstensi bulu mata, bersertifikat. Jadi bagi para ladies atau mommies, yang tertarik mengembangkan diri dan berbisnis, bisa mengasah keterampilan mereka lewat kursus ini. Nah, buat yang mau tau tips seputar parenting lainnya bisa follow Instagram Paras, @paraskharisma.

Penulis Vallesca Souisa
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.