TABLOIDBINTANG.COM - Band Armada berkolaborasi dengan Ifan Seventeen merilis lagu berjudul Demi Tuhan Aku Ikhlas pada Rabu (13/2). Lagu ini dipersembahkan Armada dan Ifan untuk dua orang kru dan tiga personel band Seventeen serta istri Ifan yang meninggal dunia akibat terjangan tsunami di Tanjung Lesung, 22 Desember 2018 lalu. 

Lagu ini bercerita tentang penguatan diri seseorang untuk kembali bangkit dari keterpurukan setelah ditinggalkan oleh orang yang dicintai. Keterlibatan Ifan dalam project lagu ini pun sebagai cara Armada kembali membangkitkan semangat Ifan yang hampir padam setelah kejadian lalu. Lagu ini juga dipersembahkan untuk semua orang yang sedang berjuang untuk bangkit dari keterpurukannya setelah ditinggal oleh orang-orang yang dikasihi

Demi Tuhan Aku Ikhlas ini tampaknya begitu menarik perhatian publik. Belum sampai satu hari setelah diunggah, video klip lagu ini pun telah ditonton lebih dari 1,2 juta penonton.

Berikut lirik lagu Demi Tuhan Aku Ikhlas - Armada feat. Ifan Seventeen

Demi Tuhan 
Sungguh berat aku lalui
Tanpa kamu bersama denganmu

Sungguh sulit ku menolak
Untuk tak mengingat lagi
Semua kenangan yang kita lalui
Bersama

Dan aku di sini 
Patah hati tak bisa terima 
Kepergianmu dan semua kenyataan ini
Tapi aku tak bisa hidup begini terus
Kan kujalani hidup tanpa kamu

Demi Tuhan
Sungguh-sungguh sangat berarti
Mengingatmu semua tentangmu

Sungguh sulit ku menolak
Untuk tak mengingat lagi
Semua kenangan yang kita lalui
Bersama

Dan aku di sini 
Patah hati tak bisa terima 
Kepergianmu dan semua kenyataan ini
Tapi aku tak bisa hidup begini terus
Kan kujalani hidup tanpa kamu

Dan aku di sini patah hati
Tak bisa terima kepergianmu
Dan semua kenyataan ini

Aku di sini patah hati
Tak bisa terima kepergianmu
Dan semua kenyataan ini

Tapi aku tak bisa
Hidup begini terus
Kan kuputuskan engkau
Engkau ku ikhlaskan

Demi Tuhan

(dika)

KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.