Tersandung Kasus Narkoba, Ini Alasan Elvy Sukaesih Terima Kekasih Dhawiya Jadi Menantu

Altov Johar Selasa, 26 Maret 2019 22:40:23
Elvy Sukaesih melihat Dhawiya Zaida dan Muhammad saling mencintai. (Altov/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Dhawiya Zaida akan menikah dengan Muhammad, pria yang juga ikut terjerat kasus narkoba bersamanya. Mereka akan menikah pada 29 Maret 2019. Lantas apa yang membuat Elvy Sukaesih masih menerima Muhammad menjadi menantu?

"Manusia ini kan semua ada proses. Kita enggak bisa bilang selamanya penjahat jadi penjahat. Jadi saya percayakan banget Muhammad tolong begini, begini, begini," kata Elvy Sukaesih di Kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (26/3).

Elvy Sukaesih melihat Dhawiya dan Muhammad saling mencintai. Hal itu mengingatkan Elvy Sukaesih pada pernikahannya dengan almarhum Zaidun Zeidh Abu Bakar Jindan, yang juga dilandasi kekuatan cinta.

Dhawiya Zaida bersama kekasihnya. (Ari/tabloidbintang.com)
Dhawiya Zaida bersama kekasihnya. (Ari/tabloidbintang.com)

"Perkawinan saya sama abahnya juga cinta awalnya. Cinta yang saya utamakan, pengagum cinta. Jadi kita enggak bisa anak sudah saling cinta terus saya cut. Akhirnya nanti malah enggak bagus," lanjuy Elvy Sukaesih.

Fitria Sukaesih, kakak Dhawiya melanjutkan, dirinya yakin Muhammad dapat menjadi imam yang baik bagi Dhawiya. Apalagi Muhammad berasal dari keluarga baik-baik. Adapun soal kasus narkoba, menurutnya bisa menjadi pelajaran menuju kehidupan lebih baik ke depannya.

"Kita yakin bahwa Muhammad itu juga dari keluarga baik-baik Artinya kesalahan mereka adalah proses kehidupan. Mudah-mudahan mereka bisa kembali ke jalan yang Allah ridhoi dan Muhammad kita lihat dari keluarga baik baik," ujar Fitria.

(tov/bin)

Penulis Altov Johar
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.