Laporannya Terhadap Irwansyah Ditindaklanjuti, Medina Zein Patahkan Tudingan Pansos

RIK Selasa, 24 Maret 2020 08:30:13
Medina Zein. (Ari/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Polrestabes Bandung menindaklanjuti laporan Medina Zein terhadap Irwansyah. Polisi sudah meningkatkan status laporan Medina, dari penyelidikan ke penyidikan. 

Peningkatan status ini diaggap sangat penting bagi Medina Zein. Medina menganggap ini adalah bukti bahwa laporannya terhadap Irwansyah tidak mengada-ada. 

"Anggapan dari publik bahwa laporan kami ini laporan main-main, pansos, terus Medina ada suatu masalah dikaitkan dengan karma, tapi kan kita liat keterangan pihak kepolisian secara official, laporan ini sudah sampai ke penyidikan. Tidak main-main loh penegak hukum memberikan kesimpulan dari penyelidikan naik ke sidik, itu (anggapan publik) alhamdulillah terpatahkan," kata Lukman Azhari, suami Medina Zein, Senin (23/3).

Terkait rencana penyidik untuk memeriksa Irwasyah sebagai terlapor, Lukman Azhari tak mau banyak berkomentar. Lukman hanya berharap semua pihak yang terkait bisa tertib mengikuti proses hukum yang berlaku.

"Kalau terkait pemanggilan, tahapan sepenuhnya kami serahkan pada penyidik, kami tidak mau ada intervensi, kami menghormati," ujarnya.

Lukman mengatakan ia dan sang istri masih menunggu itikad baik dari Irwansyah untuk menjelaskan terkait tuduhan yang mereka layangkan. Ia pun berharap masalah yang saat ini bergulir di ranah hukum bisa segera menemui titik terang.

"Ya intinya kasusnya sudah naik ke tahap sidik dan sedang dipanggil lagi untuk diambil keterangannya para saksi-saksi dan terlapor. Kalau dari saya agar semuanya cepat dan beres ya harus datang," pungkas Lukman Azhari. 

(rik)
 

Penulis RIK
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.