Ramadhan Tanpa Galih Ginanjar, Ini yang Dirindukan Barbie Kumalasari

Supriyanto Selasa, 28 April 2020 07:30:36
Barbie Kumalasari terpaksa jalani Ramadhan tanpa Galih Ginanjar. (tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Barbie Kumalasari terpaksa jalani Ramadhan tanpa Galih Ginanjar, suami sirinya. Pasalnya, Galih sedang di penjara karena kasus ikan asin.

Kumalasari mengungkap kerinduan yang dirasakan tatkala melewati puasa seharian bersama Galih.

"Dia (Galih) hapal banget kalau aku maniak sama biji salak. Jadi setiap mau buka puasa kita jam 4 itu pasti keliling cari biji salak, mau tempat jauh atau dekat, jadi hapalin nih tempat yang enak ini," ujar Barbie Kumalasari di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (27/4).

Barbie Kumalasari terpaksa jalani Ramadhan tanpa Galih Ginanjar. (tabloidbintang.com)
Barbie Kumalasari terpaksa jalani Ramadhan tanpa Galih Ginanjar. (tabloidbintang.com)

Tak hanya itu, hal yang paling diingat Kumalasari adalah sering kali berbuka puasa di dalam mobil berdua dengan Galih Ginanjar.

"Kita suka buka puasa di dalam mobil cari suasana yang berbeda, kalau orang kan di restoran, karena kalau di restoran kan ramai, jadi kita lebih suka beli makanannya entar makan di mobil nongkrong, lebih santai aja," kata Barbie Kumalasari.

Sedangkan saat sahur, Galih dan Kumalasari biasanya bergantian memasak di dapur. Momen tersebut menjadi suatu hal yang indah bagi mereka.

"Biasanya kalau sahur kita balapan masak-masak, jadi sahur yang masak gantian," pungkas Barbie Kumalasari.

Barbie Kumalasari terpaksa jalani Ramadhan tanpa Galih Ginanjar. (tabloidbintang.com)
Barbie Kumalasari terpaksa jalani Ramadhan tanpa Galih Ginanjar. (tabloidbintang.com)

(pri)

Penulis Supriyanto
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.