Jual Rumah, Ashanty Nyaris Jadi Korban Penipuan

Ari Kurniawan Sabtu, 18 Juli 2020 11:00:55
Ashanty hampir kena tipu. (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Ashanty sempat mengungkapkan rasa bahagia karena sudah ada yang menawar rumah mewahnya dengan harga fantastis. Tapi, ternyata kebahagiaan yang dirasakan istri Anang Hermansyah itu hanya sementara. 

Lewat Instagramnya, Jumat (17/7), Ashanty menyampaikan bahwa orang yang hendak membeli rumahnya adalah seorang penipu. Ashanty pun mengingatkan pengikutnya di media sosial untuk berhati-hati.

"Guys, aku mau share sesuatu tlg kalian hati2 banget yaa!! Sekarang ini lagi banyak banget penipuan dan modus nya macem2 banget," tulis Ashanty. 

Ashanty bercerita, awalnya transaksi penjualan rumahnya berjalan biasa saja. Kesepakatan harga tercapai tanpa banyak tarik ulur. Hingga akhirnya muncul keanehan-keanehan. 

"Aku kebetulan kemaren 6 bulan jual rumah tapi santai, tiba2 ada suami istri dateng mau bayar rumah kita, tanpa nawar, bahkan semua pajak nya dia yg bayar, ngaku orang Jember keturunan Malaysia," tutur Ashanty. "Pas liat orang nya mas anang rada curiga, tapi aku yaa iya2 aja (rada aneh biasa aku detail banget ini kayak manut aja, percaya ngga percaya)," lanjutnya. 

Kecurigaan Ashanty muncul saat sang calon pembeli memaksa untuk meminta surat-surat rumahnya. Kecurigaan Ashanty akhirnya terjawab, setelah banyak teman-temannya yang memberi informasi terkait sang penipu. 

"Aku beneran shock banget sihh, aku share semoga kalian yg liat mereka bisa aware, karena banyak yg lagi cari mereka juga ternyata, tapi kabur2an.. Alhamdulillah kita tetep bersyukur belum sampai kasih apa2," ucap Ashanty.

(ari)

Penulis Ari Kurniawan
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.