Asha Shara Sudah Lama Ingin Pisah dengan Syafiq Assa'dy

Supriyanto Selasa, 1 Desember 2020 14:00:50
Asha Shara menggugat cerai suaminya. (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Asha Shara dan suami, Syafiq Assa'dy ,sedang menjalani proses perceraian di Pengadilan Agama Tigaraksa. Asha menggugat cerai pada Jumat (13/11) setelah 8 tahun menikah.

Ditanya soal penyebab perceraian, Asha Shara enggan membeberkan pokok masalahnya. Pemain sinetron Mak Ijah Pengen ke Mekkah itu tidak ingin perselisihannya dengan Syafiq menjadi konsumsi publik.

"Baik baik saja alhamdulillah. Emang nggak bisa (bicara soal penyebab) kalau itu kan memang cerita aku sama dia gitu. Dan nggak bisa ngomong banyak," ujar Asha Shara usai mengisi acara di Trans TV Jl. Tendean, Jakarta Selatan, Senin (30/11).

Asha Shara  menggugat cerai suaminya. (Seno/tabloidbintang.com)
Asha Shara  menggugat cerai suaminya. (Seno/tabloidbintang.com)

Asha Shara juga menyebutkan, gugatan cerai yang dilayangkan sudah dipikirkan secara matang bukan karena terburu-buru akibat emosi.

Menurut wanita yang pernah didekati Raffi Ahmad itu dalam rumah tangganya yang dibina sejak 2012 sudah tak ada kecocokan.

"Nggak mendadak sih pasti ada proses cuma memang ya pasti dalam rumah tangganya ada tidak cocok, minta doanya ajah ya," terang Asha Shara.

Disinggung soal hak asuh anak dan harta gono gini, Asha menyerahkan semuanya kepada proses hukum.

"Nggak nggak tuntutan, nanti lagi. Nanti gampang. Maaf ya aku nggak bisa ngomong banyak karena masih ada proses," pungkas Asha Shara.

Asha Shara  menggugat cerai suaminya. (Seno/tabloidbintang.com)
Asha Shara  menggugat cerai suaminya. (Seno/tabloidbintang.com)

(pri)

Penulis Supriyanto
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.