Respon Dinar Candy Disebut Pansos oleh Bebby Fey

Supriyanto Sabtu, 5 Oktober 2019 06:00:03
Bebby Fey melaporkan Dinar Candy ke Polda Metro Jaya dengan pasal fitnah dan pencemaran nama baik (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Bebby Fey melaporkan Dinar Candy ke Polda Metro Jaya dengan pasal fitnah dan pencemaran nama baik. Tak hanya itu, Bebby Fey juga menuding Dinar Candy sengaja melakukan karena ingin panjat sosial (pansos), mencari keuntungan dari perseteruannya dengan Atta Halilintar.

Saat disinggung soal tersebut, Dinar Candy membantah pansos. Menurut DJ seksi asal Ciamis itu, ikut memberi komentar karena ditanya oleh wartawan.

"Enggaklah, nggak pansos. Lagian itu kan awal ceritanya, media ngejar aku gara-gara katanya ada yang begini, begini kalau ada sesuatu tentang DJ, pasti nanyanya ke aku," ucap Dinar Candy usai mengisi acara di Trans TV, Jl. Tendean, Jakarta Selatan, Jumat (4/10).

Lagipula, apa yang dikatakan kepada wartawan juga sesuai, bukan mengada-ada. 

"Aku ngomong juga sesuai fakta. Tentang penyanyi dangdut, ya nanyanya ke penyanyi dangdut. Makanya statemen aku ternyata menimbulkan kericuhanlah," kata Dinar Candy.

Dinar Candy menyebutkan, sebelum ramai membahas soal perkataanya ia sudah komunikasi dengan Atta Halilintar. "Kalau dari Atta, kita sudah chat sebelumnya. Cuma kan lebih enaknya aku mengklarifikasi semuanya," ungkap Dinar Candy.

Namun, sejak namanya keseret perseteruan dengan Bebby Fey, Atta Halilintar belum mau membalas komunikasi. "Sebelumnya kita biasa aja. Karena kan awal dulunya itu kenal baik, pernah kerja bareng, semuanya baik. Pas preskon kemarin belum buka chat Dinar saja," pungkas Dinar Candy.

(pri)

Penulis Supriyanto
Editor Suyanto Soemohardjo
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.