Program Bayi Tabung, Ini Saran Dokter ke Denny Cagur dan Istri

Abdul Rahman Syaukani Senin, 8 April 2019 09:45:49
Denny Cagur dan Santi Widihastuti memutuskan untuk melakukan program bayi tabung. (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Penasaran ingin memiliki anak perempuan, Denny Cagur dan Santi Widihastuti memutuskan untuk melakukan program bayi tabung. Santi merasa tidak mungkin hamil secara normal, karena ada masalah pada rahimnya.

Denny Cagur dan Santi berkonsultasi dengan dokter. Mereka disarankan untuk menerapkan pola hidup sehat agar program bayi tabung dilancarkan.

"Dokter menyarankan pola hidup sehat khsusunya soal makanan," ucap Denny Cagur saat ditemui di bilangan Bintaro, Jakarta Selatanm, Minggu (7/4).

Denny Cagur dan Santi Widihastuti memutuskan untuk melakukan program bayi tabung. (Seno/tabloidbintang.com)
Denny Cagur dan Santi Widihastuti memutuskan untuk melakukan program bayi tabung. (Seno/tabloidbintang.com)

"Pola makan diatur, pola kerja juga. Pas lagi program, karena masih aktif di sinetron, mau enggak mau minta izin supaya lancar,” imbuh Santi di tempat yang sama.

Pasangan ini mengaku belum meminta masukan dari artis yang pernah melakukan program bayi tabung. Namun tidak menutup kemungkinan ke depannya Denny Cagur dan Santi akan meminta pendapat atau masukan dari mereka.

“Belum, ini kan baru memulai, baru sebatas konsultasi sama dokter dan menjalani yang diarahkan dokter," papar Denny Cagur.

Denny Cagur dan Santi Widihastuti memutuskan untuk melakukan program bayi tabung. (Seno/tabloidbintang.com)
Denny Cagur dan Santi Widihastuti memutuskan untuk melakukan program bayi tabung. (Seno/tabloidbintang.com)

(man/ari)

Penulis Abdul Rahman Syaukani
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.