Banyak Perdebatan Jelang Pemilu, Ayu Hastari Minta Pemilih Lebih Bijak

Christiya Dika Handayani Minggu, 14 April 2019 18:00:47
Ayu Hastari. (Instagram)

TABLOIDBINTANG.COM - Ayu Hastari menilai pesta demokrasi 2019 diwarnai banyak pro dan kontra. Tak hanya di kalangan masyarakat, tapi juga di dalam internal keluarga. Perdebatan tak jarang berujung konflik. 

Terkait hal tersebut, ibu satu orang anak ini pun mengajak pemilih untuk lebih bijak. Pasalnya, tak masuk akal jika sebuah keluarga ribut hanya karena perbedaan pilihan pemimpin.

"Aku ngeliat yang Pilpres sekarang ini huru-hara tetep ada. Pro dan kontra itu ada banget. Di satu sisi ada yang memang saking cinta banget sama pilihan-pilihannya sampai sensitif, jadi ribut, keluarga juga jadi ribut cuma perkara beda pilihannya," ujar Ayu Hastari saat ditemui di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Sabtu (13/4).

Ayu Hastari. (Bambang/tabloidbintang.com)
Ayu Hastari. (Bambang/tabloidbintang.com)

"Aku sih sebenernya enggak pengen kaya gitu juga ya. Udahlah di era yang seperti ini belajar lebih bijak aja. Apalagi di sosmed. Udah gitu dalam keseharian buat apa bermusuhan sama keluarga cuma perkara beda pilihan doang kan kayaknya enggak masuk akal. Jadi menurut aku lebih bijak lah," sambungnya.

Meunurut Ayu Hastari, siapapun nantinya yang terpilih tujuan mereka tetaplah sama yakni menjadikan Indonesia menjadi negara yang lebih maju.

"Siapa pun nanti presidennya kan tujuannya sama kok. Memang untuk membangun negara ini jadi lebih maju lagi. Dan dari aku pribadi sih memang kalau kita punya pilihan masing-masing, pilihlah yang terbaik yang memang sudah tahu cara kerjanya, kinerjanya seperti apa udah terbukti gitu," pungkas Ayu Hastari.

(dika/ari)

Penulis Christiya Dika Handayani
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.