Indra Bekti Akui Termasuk Golongan Suami-Suami Takut Istri

Altov Johar Kamis, 11 Juli 2019 07:00:02
Indra Bekti (Altov / tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Indra Bekti menyebut istrinya, Aldila Jelita, sosok yang sangat tegas. Pun dalam mendidik anak-anak. Seraya berkelakar, Bekti juga takut dengan istrinya. Bahkan ia mengaku termasuk golongan suami-suami takut istri alias ISTI.

"Iya dong, kita kan persatuan suami-suami takut istri. Dia memang cukup tegas orangnya," ujar Indra Bekti di acara peluncuran jam tangan Tommy Hilfinger, di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (10/7).

Bukan takut dalam arti sebenarnya, Bekti hanya tak ingin membuat istrinya marah. Terlebih Aldila pribadi yang sensitif. Segala sesuatunya harus terorganisir dengan baik.

"Ya memang enggak ingin dia marah dan tersinggung. Maunya supaya dia enggak sampai marah, karena dia itu orangnya sensitif. Kalau ada sesuatu yang enggak sesuai dengan apa yang udah dijanjikan, ada perubahan, dia tuh orang yang sangat terorganisir," urai Bekti.

"Kita mau liburan kemarin ke Sydney, bulan Januari udah disiapin semuanya. padahal jalannya Juni pas puasa. Pokoknya smua harus sudah selesai dan rapi, makanya selalu ditanyain," sambungnya.

Indra Bekti dan Aldila Jelita
Indra Bekti dan Aldila Jelita

Itu sebabnya Bekti berusaha untuk selalu membuat Aldila bahagia. Terlebih sang istri sudah susah payah  mengurus rumah tangga dan anak-anaknya.

"Aku ingin suasana hati dia selalu tetap senang. Gembira karena dia itu udsh ngurusin rumah, anak-anak. Kalau kita bikin kesel dia, nanti tambah pusing. Jadi aku takut kalau marah tiba-tiba ya, takut kehilangan dia lah ya," pungkas Indra Bekti.

(tov / gur)

 

Penulis Altov Johar
Editor Tubagus Guritno
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.