Setahun Meninggalnya Glenn Fredly, Mutia Ayu: Selamanya Selalu di Hati

Supriyanto Senin, 12 April 2021 22:00:23
Meski tiada, sosok almarhum Glenn Fredly selalu di hati istrinya, Mutia Ayu. (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Setahun sudah penyanyi asal Maluku, Glenn Fredly meninggal akibat sakit meningitis. Meski tiada, sosok almarhum Glenn selalu di hati istrinya, Mutia Ayu.

Ibu satu anak itu mengungkap tidak ada yang bisa menggantikan Glenn Fredly. Baginya suaminya sangat spesial bahkan bagi Muyia Ayu tidak ada yang mengecewakan dari Glen Fredly.

“Pastinya ya (tak tergantikan), karena dari pertama kali aku ketemu sama Glenn enggak ada hal yang membuat hati aku kecewa. Semuanya baik, semuanya indah, jadi enggak ada kata aku melupakan Glenn,” ujar Mutia Ayu usai ziarah di TPU Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

“Karena memang semuanya indah, enggak ada yang buruk. Itu sih. Buat aku selamanya Glenn selalu di hati,” ungkap Mutia Ayu menambahkan.

Mutia Ayu (Seno/tabloidbintang.com)
Mutia Ayu (Seno/tabloidbintang.com)

Penyanyi dangdut yang dinikahi Glenn Fredly pada Agustus 2019 itu mengatakan banyak momen bahagia yang dirasakan selama berumah tangga.

“Banyak, karena kan aku sama Glenn itu enggak lama ya dari pacaran kita cuma 1 tahun intensnya dan nikah kurang lebih 1 tahun. Jadi momen itu menurut aku semua berharga dan spesial buat aku dan apalagi pas nikah aku udah kayak ratu,” beber Mutia Ayu.

Hingga kini pun Mutia Ayu masih tak percaya Glenn Fredly sudah tiada. Walau fisiknya telah tiada, Mutia Ayu percaya Glenn Fredly tetap hadir dikehidupannya bersama sang anak. Meski berat Mutia Ayu sudah bisa menerima kenyataan.

(pri)


Penulis Supriyanto
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.