Jadi Istri Bupati, Arumi Bachsin Harus Jaga Penampilan dan Sopan Santun

Indra Kurniawan Kamis, 31 Agustus 2017 08:50:46
Arumi Bachsin berpenampilan lebih sopan sejak suami menjabat Bupati Trenggalek. (markuat / tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Arumi Bachsin yang sekarang bukan lagi Arumi yang dulu. Dari segi penampilan misalnya, dalam keseharian ia senantiasa berpakaian sopan. Hal ini dilakukan sejak suaminya, Emil Dardak, menjabat Bupati Trenggalek.

“Ada dresscode tidak tertulis. Aku enggak bisa kayak dulu lagi. Di Indonesia kan seluruh pejabat atau kepala daerah yang berperan bukan cuma kepala daerahnya tapi istri bahkan keluarganya pun harus menerima risikonya,” ungkap Arumi Bachsin.

Dengan tugasnya sebagai istri bupati sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK, Arumi Bachsin harus bisa menyesuaikan diri. Tidak bisa tidak. Bagaimanapun kondisi di Trenggalek jauh berbeda dengan kondisi di Ibu Kota.

Arumi Bachsin berpenampilan lebih sopan sejak suami menjabat Bupati Trenggalek. (markuat)
Arumi Bachsin berpenampilan lebih sopan sejak suami menjabat Bupati Trenggalek. (markuat)

“Aku mencoba berpenampilan sebaik dan sesopan mungkin. Menghargai dan menghormati tempat di mana aku berada. Karena menjadi kepala daerah bukan menjadi diri sendiri melainkan menjadi etalase dan ikon daerah tersebut,” jelas Arumi Bachsin.

Proses penyesuaian Arumi Bachsin cukup menguras waktu, tenaga, dan pikiran. Selain cara berpakaian, ia harus mengikuti protokoler dalam setiap kegiatan yang dilakukan.

“Kalau ketemu pejabat aku deg-degan karena enggak mengerti harus bagaimana. Awalnya salah tingkah. Lama-kelamaan aku mengerti dan dibawa santai saja, sih. Meskipun enggak bisa seceriwis saat bersama masyarakat dan ibu-ibu PKK,” ungkapnya.

(Ind / ind)

 

Penulis Indra Kurniawan
Editor Indra Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.