Syuting Dunia Terbalik, Natalie Sarah Dikunjungi Anak-anaknya Libur Sekolah

Yohanes Adi Pamungkas Rabu, 30 Januari 2019 21:00:09
Natalie Sarah (Supri / tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Natalie Sarah memerankan karakter Zaenab dalam sinetron harian Dunia Terbalik. Sebagai pemain yang baru bergabung mulai episode 600, Natalie Sarah harus berperan menjadi wanita kaya yang gemar memakai perhiasan mewah. “Kalau sehari-hari saya enggak suka pakai perhiasan banyak, paling hanya cincin dan jam tangan,” bilang Natalie Sarah kepada Tabloidbintang.com.

 

Keputusan Natalie Sarah mengambil tawaran syuting Dunia Terbalik mendapat restu dari suaminya, Abdullah Rizal. “Enggak mungkin saya bekerja tapi enggak didukung keluarga. Mereka sudah tahu konsekuensi syuting sinetron harian,” kata Natalie Sarah yang menikah dengan Abdullah Rizal pada tahun 2007.

Meski syuting sinetron setiap hari, Natalie Sarah berusaha menjaga quality time bersama suami dan kedua anak-anaknya, Nadiva Maureen dan Habibi Abdullah Aziz. “Paling hanya pagi hari sebelum anak-anak sekolah dan malam hari setelah pulang syuting baru ketemu mereka,” ucap Natalie Sarah.

Namun ketika anak-anaknya sedang libur sekolah pada hari Sabtu dan Minggu, mereka bersama sang ayah mengunjungi Natalie Sarah di lokasi syuting. “Paling mereka datang main sebentar terus kalau saya ada jeda agak lama, kita pergi jalan-jalan ke Mal dekat lokasi syuting. Kami makan, nonton, atau jalan-jalan saja,” jelas Natalie Sarah.

Natalie Sarah juga harus pintar membagi waktu bertemu dengan teman-temannya, misalnya teman arisan. “Selesai syuting jam 11, waktu malam minggu biasa ketemu, itu juga kalau sempat dan saya enggak capek,” tutur Natalie Sarah.

(han/ray)

Penulis Yohanes Adi Pamungkas
Editor Panditio Rayendra
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.