Bangkitkan Ekonomi Rakyat via Bisnis Waralaba Roti Kapiten

Redaksi Senin, 28 Desember 2020 09:15:07
Roti Kapiten

TABLOIDBINTANG.COM - Menutup 2020 yang masih diselimuti pandemi Covid-19, masyarakat coba bangkit dan kembali memperbaiki perekonomian. Oleh karenanya, jelang 2021, tak ada salahnya mencoba peluang berbisnis. Dan bisnis yang laris manis sebelum bahkan selama pandemi dan masih bertahan, salah satunya adalah bisnis kuliner. 

Skema waralaba menjadi cocok untuk pebisnis pemula yang ingin belajar namun bisnisnya tetap jalan. Dan jika Anda ingin mencoba waralaba, Roti Kapiten menjadi salah satu rekomendasi waralaba yang bisa memberikan banyak keuntungan. 

Seperti yang kita ketahui, saat ini bisnis gerai roti seperti Roti O atau Roti Boy sudah memiliki gerai tak hanya di stasiun maupun bandara. Omset yang didapat bisa mencapai 35 juta rupiah untuk satu gerainya. 

Roti Kapiten
Roti Kapiten

Bila biasanya waralaba lain hanya menawarkan paket terpisah, di Roti Kapiten memberikan empat paket bisnis waralaba sekaligus. Mitra tak hanya mendapatkan makanan khas roti kopi saja, tetapi juga mendapat bisnis roti gembong, donat premium dan minuman kopi kekinian. Roti Kapiten ini terbilang dikenal dan banyak peminatnya di Yogyakarta dan Banjarmasin.

Mokhamad Hadi, co-founder Roti Kapiten menceritakan, awal mula berdirinya bisnis yang ia bangun bersama Andro selaku Executif Cheff. Mulanya, mereka berdua berniat membuat bisnis khusus donat dengan segmentasi menengah yang kualitasnya setara dengan J.Co atau Dunkin Donuts.

Setelah melewati pergulatan, akhirnya diputuskan untuk membuat menu baru, yakni roti rasa kopi, roti gembong dan sajian kopi kekinian. Tambahan menu yang belum banyak tersedia ini sebagai pembeda dengan bisnis donat lainnya.

"Saya cukup kenal lama dengan Andro yang memang jualan donat. Kebetulan saya mampir ke tokonya dan makan donat buatannya. Saya kaget, rasanya mirip donat J.Co. Akhirnya saya komparasikan donat Andro ini dengan J.Co. Rasa dan tekstur benar-benar mirip. Herannya lagi, teman saya ini jual donatnya cuma Rp4 ribu satu bijinya," papar Mokhamad Hadi.

Sejak itu, insting bisnisnya mulai memanggil. Ia memberikan tawaran pada temannya, Indra, untuk mengembangkan usaha donatnya. "Saya challenge dia untuk buat produk pendamping donat yang waktu itu adalah Roti Kopi, karena saya ingin orang datang ke gerai Roti Kapiten tidak hanya dapat donat saja atau roti kopi saja dan itu belum dimiliki oleh senior-senior kita. Tujuannya, supaya beda dan ada nilai tambah di banding yang sudah ada saja," tambahnya.

Latar belakang Mokhamad Hadi sendiri merupakan seorang pebisnis yang sudah menangani dari bisnis konsultan pendidikan, bisnis kesehatan, cafe dan rumah makan bebek. Tak heran, pertemuannya dengan Indra menggelitik insting bisnisnya kembali. "Yang menantang dari bisnis roti ini adalah takarannya pas. Begitu beda sedikit saja, entah itu air, susu, telur dan lainnya, akan langsung mengubah rasa dan tekstur. Berbeda dengan bisnis kuliner yang pernah saya pegang sebelumnya," jelas Mokhamad Hadi.

"Setelah melalui trial error yang cukup menantang, akhirnya kami menemukan pola agar produk Roti Kapiten ini bisa dinikmati orang sedunia dan siap dipasarkan dengan sistem kemitraan peluang bisnis," tambahnya.

Setelah mempersiapkan semuanya termasuk mengesahkan HAKI merek, akhirnya mereka berani mendirikan satu gerai. Dibantu beberapa teman-teman, akhirnya mereka berhasil mendirikan PT Kapiten Kuliner Nusantara dengan merek Roti Kapiten.

Roti Kapiten
Roti Kapiten

Hingga saat ini, Roti Kapiten sudah memiliki dua gerai dan satu rumah produksi di Yogyakarta serta satu gerai dan satu rumah produksi di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Karena banyaknya permintaan, akhir tahun 2020 ini, ROTI KAPITEN mulai menawarkan kemitraan peluang bisnis waralaba. Tujuannya, agar bisnis ini bisa jadi solusi bagi masyarakat yang terdampak pandemi. Selain itu juga agar kelezatan Roti Kapiten ini bisa dinikmati hingga ke seluruh dunia.

Menurut Mokhamad Hadi, konsep yang ditawarkan ini sangat cocok untuk semua kalangan, termasuk pemula. Semua channel sales distribusi telah matang dan siap diduplikasikan ke mitra, mulai dari bantuan survey, rekrutmen karyawan, training center, digital marketing, ojek online dan channel reseller online.

"Jadi kita menyadari dampak pandemi ini, mau nggak mau sistem online harus digalakkan, namun gerai yang on the spot juga harus ada sebagai titik distribusi. Mitra akan kita ajari manajemen gerai dan juga online digitalnya," jelas Mokhamad Hadi.

Kemitraan Roti Kapiten ini menawarkan empat paket kemitraan yakni Paket Kios Take Away 50 juta rupiah, Paket Cafe Dine In dan Take Away 150 juta rupiah, Paket Kios dan Rumah Produksi Rp150 juta serta Paket Cafe dan Rumah Produksi 250 juta rupiah. Perbedaannya hanya pada alat yang didapatkan dan sistem pendukungnya.


Penulis Redaksi
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore