The Real Princess, Sandra Dewi Disewakan Satu Studio Untuk Nonton Aladdin

Christiya Dika Handayani Senin, 27 Mei 2019 18:30:41
Sandra Dewi (Seno Susanto / tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Sandra Dewi diundang oleh Disney Indonesia menonton premier film Aladdin. Namun sayangnya, istri Harvey Moeis ini berhalangan hadir karena tengah menyelesaikan syuting. Yang mengejutkan, pihak Disney Indonesia tetap ingin Sandra Dewi hadir.

Akhirnya, mereka pun bersedia menyediakan satu studio untuk Sandra Dewi menonton bersama keluarga dan penggemarnya. Hal tersebut diketahui dari postingan yang diunggah Sandra Dewi dan dibagikan sejumlah akun gosip, salah satunya @lambe_turah.

Dalam unggahannya, ibu satu orang anak ini menunjukkan percakapannya dengan Disney Indonesia yang menanyakan apakah Sandra Dewi bisa menghadiri premier Aladdin. Tapi Sandra Dewi menyatakan dirinya tengah menyelesaikan syuting iklan di Jepang.

"Oke, kita book satu studio premiere buat kamu," balas Disney Indonesia. Sandra Dewi pun kembali bertanya apakah ia boleh mengajak keluarga, teman dan penggemar yang langsung diiyakan pihak Disney Indonesia.

Sontak postingan ini pun dibanjiri pujian netizen dengan menyatakan jika Sandra Dewi adalah princess dalam arti sebenarnya. Mereka lantas membandingkan Sandra Dewi dengan Syahrini yang menyebut dirinya princess.

"THE REAL PRINCESS TANPA NGAKU NGAKU JADI INCES," komentar netizen. "Princess Indonesia, jet pribadi punya sendiri, kaya raya, kalem banget cantik, uhh idola banget," sambung netizen. "Sekarang ada pepatah. Jangan sombong karena di langit masih ada Sandra Dewi. Real princess dan gak ngaku-aku princess, real kaya raya," timpal netizen lainnya.

(dika / ray)

Penulis Christiya Dika Handayani
Editor Panditio Rayendra
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.