Bagi Putri Ayudya, Proses Syuting Boundless Love Seperti Sebuah Pertunjukan

Abdul Rahman Syaukani Minggu, 14 Januari 2018 07:30:00
Bagi Putri Ayudya, Proses Syuting Boundless Love Seperti Sebuah Pertunjukan (Seno / Tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Putri Ayudya tampil total di film terbarunya bertajuk Boundless Love, yang rencananya bakal tayang di bioskop mulai Agustus 2018 mendatang. 

Putri Ayudya menganggap proses syuting film hasil kerjasama antara pemerintah Indonesia dan Tiongkok ini sangat menarik layaknya sebuah pertunjukan. "Setiap take berasa seperti pertunjukan. Memang enggak kelihatan di kamera, tapi berasa banget waktu take," kata Putri Ayudya saat ditemui di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (12/1).

Putri Ayudya (Mark / Tabloidbintang.com)
Putri Ayudya (Mark / Tabloidbintang.com)

Dia pun menjelaskan lebih lanjut. Proses syuting seperti pertunjukan yang dia maksud adalah, selain selama syuting banyak ditonton warga setempat, dia dan para pemain lainnya juga mengaku sangat menikmati nonton proses syuting film Boundless Love. Maklum film ini digarap oleh sineas asal Negeri Tiongkok dengan mengikuti skema dan standar mereka.

"Kalau syuting tujuan kita biasanya yang ada di kamera. Tapi ini bukan hasilnya, tapi prosesnya yang menarik. Nontonin proses syuting kan biasanya jenuh ya, tapi ini tidak. Meski aku tidak sedang take, pasti aku datang ke lokasi syuting," kata Putri Ayudya.

Putri Ayudya (Seno / Tabloidbintang.com)
Putri Ayudya (Seno / Tabloidbintang.com)

Film Boundless Love mengambil lokasi syuting di Palembang, Bandung dan Jababeka. Selain akan diputar di Indonesia dan China, film tersebut juga kabarnya akan ditayangkan di sejumlah negara di dunia. Film Boundless Love menelan biaya Rp 40 miliar.

(man / wida)

Penulis Abdul Rahman Syaukani
Editor Wida Kriswanti
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.