Unsur Mistis di Balik Pemilihan Robby Purba sebagai Host Karma ANTV

Ari Kurniawan Kamis, 15 Maret 2018 06:15:20
Robby Purba jadi pendamping tetap Roy Kiyoshi dalam program realitas Karma ANTV. (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Robby Purba jadi pendamping tetap Roy Kiyoshi dalam program realitas Karma ANTV. Pemilihan Robby ternyata bukan sekadar karena ia punya kemampuan dalam membawakan acara. Ada unsur mistis yang ikut andil. 

Diceritakan Roy Kiyoshi, dirinya terlibat langsung dalam proses pemilihan pemandu program Karma. Dari sekian banyak presenter terkenal yang jadi kandidat, Roy merasakan kecocokan secara spiritual dengan Robby. 

"Dari banyaknya orang, banyak gelombang yang tidak sama. You know, orang indigo sulit dikendalikan oleh orang yang tidak bisa tahu isi otak aku. Aku punya kecenderungan tidak bisa bergaul dengan orang banyak," kata Roy Kiyoshi, saat berbincang dengan tabloidbintang.com, Rabu (14/3) malam.

Robby Purba jadi pendamping tetap Roy Kiyoshi dalam program realitas Karma ANTV. (Seno/tabloidbintang.com)
Robby Purba jadi pendamping tetap Roy Kiyoshi dalam program realitas Karma ANTV. (Seno/tabloidbintang.com)

Roy Kiyoshi menilai Robby Purba sebagai sosok yang cerdas, baik secara intelektual maupun spiritual. Bersama Robby, Roy merasa bisa saling mengisi. "Roy dan Robby seperti abang dan adik yang saling berkesinambungan. Kalau dia drop, saya kasih energi positif. Begitu juga sebaliknya."

Lebih dari itu, Roy Kiyoshi mengungkapkan bahwa Robby Purba memiliki kemampuan lebih dalam hal mistis. "Dia dijagain sama leluhurnya. Nggak semua orang bisa dekat dengan saya. Robby bisa pawangi saya karena dia punya leluhur yang selalu menjaga," beber Roy Kiyoshi.

Roy Kiyoshi. (Seno/tabloidbintang.com)
Roy Kiyoshi. (Seno/tabloidbintang.com)

(ari/ari)

Penulis Ari Kurniawan
Editor Ari Kurniawan
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.