Grup Chat Sekolah Menjadi Sumber Ketegangan Tambahan Para Ibu, Bagaimana Menyiasatinya?

Wida Kriswanti Minggu, 22 Agustus 2021 15:00:23
Keharusan menjadi satu di dalam sebuah grup, namun tanpa landasan pertemanan yang kuat, tidak dipungkiri memberi ketegangan tersendiri bagi para ibu. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Kebijakan BDR atau belajar dari rumah selama pandemi Covid-19 membuat aktivitas ibu bertambah banyak. Selain harus menjadi guru bagi anaknya yang belajar di rumah, ibu juga dipaksa berinteraksi dengan lebih intens melalui grup chat sekolah. Tidak hanya untuk urusan sekolah itu sendiri. Banyak hal lainnya yang menyertai, mulai dari kebijakan-kebijakan, aturan main proses pembelajaran, hingga pembiayaan-pembiayaan.

Keharusan menjadi satu di dalam sebuah grup, namun tanpa landasan pertemanan yang kuat, tidak dipungkiri memberi ketegangan tersendiri bagi para ibu. Terlebih saat ada topik yang dilempar ke dalam grup yang terbilang sensitif. Diam saja salah. Menanggapi pun takut salah. Pokoknya serba salah.

Melansir dari News Beat, ada beberapa do's and don't yang harus dipahami dan dijalankan para anggota grup chat yang dibentuk "karena keadaan", demi efektivitas sekaligus kedamaian grup itu sendiri. Dengan sama-sama menaatinya, gesekan antara sesama anggota grup yang berisiko memicu stres bisa dihindari. Yuk, simak.

1. Jika Anda sebagai admin grup, maka kendali utama di tangan Anda. Jangan ragu untuk memberlakukan aturan main agar grup berjalan dengan sebaik-baiknya sesuai fungsi utamanya. Tentu kualitas kepemimpinan perlu dimiliki admin grup. Karena salah-salah, grup malah akan kacau balau dan melenceng dari tujuan awal pembentukkannya.

2. Jangan pernah main satu lawan satu di grup chat. Selalu ingat bahwa ini adalah grup. Yang artinya, ada banyak orang terlibat di dalamnya dan belum tentu mereka tertarik dengan perbincangan Anda. Jika Anda asyik berinteraksi dengan satu atau dua orang di grup, ada baiknya melanjutkan lewat jalur pribadi.

3. Selalu berhati-hati sebelum mengirim chat pribadi. Jangan sampai salah kirim dan masuk ke grup chat yang tidak semestinya. Karena tidak semua urusan bisa diselesaikan dengan damai.Misalnya, chat nyasar yang isinya membicarakan keburukan orang lain. Parahnya, orang yang dibicarakan ada di grup tempat chat Anda nyasar, hehehe. Hati-hati selalu, ya.

4. Jangan suka spam, ah. Hanya karena Anda mendapat pesan broadcast dari grup lain, bukan berarti Anda boleh membagikannya ke setiap grup chat yang diikuti. Apalagi kalau Anda sendiri belum membaca dan memahami isi dari pesan yang diteruskan itu. Jangan sampai tanpa sadar terlibat sebagai penyebar hoax. Termasuk chat spam juga di sini antara lain berbagi konten jualan pribadi, berbagi video yang tidak relevan, hingga link berisi virus atau penipuan.

5. Pastikan membagi pesan panjang dalam satu kali kirim. Karena chat sepotong-sepotong akan beda rasanya saat itu dilakukan berdua saja dengan saat berada dalam grup chat. Bayangkan berapa banyak orang akan terganggu dengan notifikasi berkali-kali, padahal topiknya cuma satu. Sekali lagi ingat, ini bukan grup chat pertemanan atau keluarga, ya. Maka etika selalu nomor satu.

6. Jangan jadi anggota grup gaib. Karena dalam grup chat yang sifatnya profesional, selalu ada chat yang sifatnya meminta tanggapan atau balasan. Tentu tidak sopan jika Anda hanya "read" tapi tidak "reply". Berikanlah respons, bahkan jika itu negatif. Namun tetaplah dalam bahasa dan susunan kalimat yang sopan.

7. Jangan lupa untuk selalu meminta izin. Jika Anda ingin memasukkan seseorang ke dalam grup, mintalah izin terlebih dulu kepada admin. Termasuk jika Anda ingin mengganti nomor atau bahkan keluar dari grup. Bergabung baik-baik, pamit pun harus baik-baik, bukan?


Penulis Wida Kriswanti
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore