Liburan Akhir Tahun 2018, Referensi Destinasi Favorit Versi Media Sosial

TEMPO Rabu, 19 Desember 2018 20:30:44
Bali salah satu destinasi favorit liburan akhir tahun (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Banyak masyarakat Indonesia yang merencanakan liburan bersama keluarga dan orang terdekat menjelang akhir tahun. Perbincangan soal liburan akhir tahun ini tidak luput jadi bahan perbincangan di media sosial.

"Dari pemantauan, kami menemukan bahwa ternyata netizen sudah mulai memperbincangkan seputar liburan akhir tahun sejak bulan Juli," ujar Insight Manager Isentia Indonesia, Rendy Ezra. Insentia merupakan perusahaan analisa dan monitoring media yang berbasis di Australia.

Pantauan yang dilakukan Isentia menemukan total 2.322 buzz atau perbincangan terkait liburan akhir tahun. Hampir setengah dari perbincangan tersebut, yakni sebesar 48 persen berlangsung di Twitter, diikuti Instagram 37 persen, Facebook 12 persen, serta di blog dan forum hanya 3 persen.

Perbincangan tertinggi terjadi pada Jumat, 7 Desember 2018, di mana berbagai brand sudah memulai mempromosikan program atau paket Natal dan akhir tahun. Untuk destinasi liburan domestik, Bali menjadi pilihan yang paling banyak diperbincangkan netizen, yaitu 52,5 persen dari total perbincangan.

"Disusul Bandung sebanyak 12,2 persen, Lombok 8,9 persen, Yogyakarta 7,4 persen dan Lampung 2,7 persen. Singapura diminati paling tinggi untuk destinasi internasional," tutur Rendy.

Tujuan lain dari destinasi internasional secara berurutan adalah Amerika dengan 64 perbincangan. Kemudian Eropa, Jepang dan Korea Selatan dengan masing-masing sebanyak 59, 53 dan 51 perbincangan. Bank Mandiri menjadi brand yang paling banyak disebut, sebesar 7,1 persen, karena kolaborasinya dalam promosi liburan akhir tahun dengan berbagai brand ternama lain, seperti Garuda Indonesia, Wacoal, dan Tumi.

TEMPO.CO

Penulis TEMPO
Editor Suyanto Soemohardjo
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.