Wawancara: Kisah Permintaan Maaf Tora Sudiro kepada Mieke Amalia

Wayan Diananto | 12 November 2016 | 15:00 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Tora Sudiro mengaku, selama satu tahun itu, praktis tidak bekerja karena mengurusi The Wedding And Bebek Betutu. Ia tak menerima tawaran sinetron atau film lain karena harus terus memantau proses penyuntingan gambar dan elemen-elemen teknis lainnya. 

“Jujur, saya terlalu nekat mengambil risiko. Saya habis-habisan. Kepala saya pusing,” terang Tora. 

Dalam kondisi itu, ia tidak punya pilihan lain. Tenggelam dalam rasa pusing jelas tidak akan memperbaiki keadaan. Satu-satunya hal yang harus dilakukan Tora, bangkit dan berdiri pelan-pelan. Aktor kelahiran 10 Mei itu memulainya dengan menjadi bintang tamu di sejumlah talk show. 

Tora mulai mencari-cari tawaran menjadi bintang tamuprogram bincang-bincang. Honornya lumayan untuk menyambung hidup. Efeknya cukup efektif membuat khalayak dan para pekerja seni lain menoleh ke arah Tora lagi. Jujur, dalam hati Tora khawatir bercampur takut saat menjadi bintang tamu. 

“Rasa khawatir berasal dari sebuah kemungkinan. Nanti jika presenter bertanya begini: Tora, apa kesibukanmu sekarang? Saya harus jawab apa? Masa saya menjawab: Saya sedang enggak ada kesibukan apa-apa,” Tora mengenang. 

Saat berada di titik nadir itu, ia melihat dukungan Mieke Amalia amat nyata. Tora menyebut Mieke istri yang luar biasa. Ketika Tora tidak punya pekerjaan, Mieke yang bekerja, menjalani syuting sinetron harian. 

“Saya sempat hidup dari penghasilan Mieke. Sementara pekerjaan saya saat itu main motor. Menghabiskan bensin, muter-muter, bingung enggak ngapa-ngapain kecuali mencari dan nungguin pekerjaan datang. Beruntung, anak masih kecil, tidak minta macam-macam.” lanjutnya. 

Ada satu momen yang membuat hati Tora terenyuh. Saat bulan demi bulan berlalu dan titik cerah terkait pekerjaan belum muncul, mau tidak mau Tora harus membicarakan keadaan pahit itu kepada Mieke. Saat itulah, Tora membuat pengakuan sekaligus permintaan maaf. “Neng, maaf ya saya enggak bisa ngasih apa-apa saat ini,” Tora bercerita.

Mendengar pernyataan maaf yang tulus dari suaminya, Mieke menjawab, “Enggak apa-apa. Gantian. Kemarin-kemarin, kan kamu yang menghidupi saya dan anak-anak.” 

Jawaban Mieke itu melegakan hati Tora. Jawaban itu menjelma menjadi obat penumbuh semangat. 

 

(wyn/gur)

 

Penulis : Wayan Diananto
Editor: Wayan Diananto
Berita Terkait