Johnny Depp Ancam Bakar dan Tenggelamkan Amber Heard

Binsar Hutapea Kamis, 27 Pebruari 2020 12:30:23
Aktor Johnny Depp menghadiri pra-persidangan di London pada Rabu (26/2) kemarin. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Aktor Johnny Depp menghadiri pra-persidangan di London pada Rabu (26/2) kemarin. Seperti diketahui, bintang waralaba Pirates of the Caribbean tersebut menuntut grup media News Group Newspapers yang menaungi tabloid dan portal The Sun dan juga editor eksekutif Dan Wootton, atas pemberitaan yang menyebut ia telah menganiaya mantan istrinya, Amber Heard. 

Dalam sidang tersebut, seperti dilaporkan Pagesix.com, rupanya dibacakan sejumlah pesan teks yang dibuat Johnny Depp di depan hakim. Adapun 70.000 pesan teks tersebut "secara tidak sengaja" diungkapkan mantan tim hukum Johnny Depp kepada pihak kuasa hukum News Group Newspapers.

Dalam sejumlah pesan, terungkap Johnny Depp pernah berniat melakukan hal buruk pada Amber Heard. Dalam pesan yang dikirimkan ke aktor Paul Bettany pada November 2013, Johnny Depp menulis, “Ayo bakar Amber.” 

Masih kepada Paul Bettany, Johnny Depp juga menulis, “Ayo tenggelamkan dia sebelum membakarnya. Setelahnya saya akan menyetubuhi mayatnya untuk memastikan dia telah mati.”

Johnny Depp dan Amber Heard (Istimewa)
Johnny Depp dan Amber Heard (Istimewa)

Dalam sidang tersebut juga dibacakan pesan teks yang diduga dikirim Johnny Depp  ke Paul Bettany pada Mei 2014. Adapun pesan tersebut berbunyi: "Saya akan menghentikan minuman keras dengan baik, sayang ... Minum sepanjang malam sebelum saya menjemput Amber untuk terbang ke LA, Mingguini ... Buruk , sobat. "

“Tidak ada makanan selama berhari-hari ... bubuk ... setengah botol wiski, seribu Red Bull dan vodka, pil, 2 botol sampanye  di pesawat dan apa yang Anda dapatkan .. ???"

"Injun yang marah, agresif, berteriak kata-kata kotor dan menghina setiap orang yang didekatnya ... Aku sudah selesai."

"Aku memang terlalu kecau untuk menghamburkan amarahku pada orang yang aku cintai ... Untuk sedikit alasan, juga aku terlalu tua untuk menjadi pria itu. Tapi, (dengan) pil akan baik-baik saja !!!"

Kuasa hukum News Group Newspapers Adam Wolanski QC mengatakan pesan teks tersebut merupakan pukulan besar bagi tuntutan yang diajukan pihak Johnny Depp. 

Ia mengatakan dari pesan tersebut diketahui bahwa Johnny Depp tidak mabuk ketika peristiwa penganiayaan Amber Herad di pesawat pada Mei 2014.

Amber Heard sendiri pernah menuturkan bahwa Johhny Depp pernah melakukan kekerasan secara verbal padanya saat berada di dalam pesawat terbang. Ia juga mengaku Johnny Depp menendang punggungnya dan menjatuhkannya ke lantai. Setelahnya, Johnny Depp pergi ke kamar mandi dan pingsan di dalam sana dengan kondisi pintu toilet terkunci dari dalam.

"Versi dari Johnny, ia merasa mabuk saat penerbangan itu,” kata Adam Wolanski. 

Bukti-bukti teks percakapan tersebut dianggap kuasa hukum Johnny Depp bukan merupakan bukti yang kuat kalau kliennya telah melakukan kekerasan pada mantan istrinya. 

"Tak ada satu pun bukti baik pesan teks, email atau dokumen--tidak seperti pengakuan yang direkam sendiri oleh Heard yang kita lihat sebelumnya--di mana Johnny Depp mengatakan ‘Saya memukul  Amber Heard’ ataupun ‘Saya memukulnya dalam beberapa kesempatan’,” kata pengacara David Sorbone

"Apa yang dilakukan The Sun untuk membuat hoax (penganiayaan) Amber Heard tetap hidup? (Rabu) di pengadilan, kami mempelajari jawabannya -- cherry picking dari satu pesan teks frustrasi kepada seorang teman dari pesan teks dan e-mail 500 gigabita yang ada. Lagipula dalam teksnya dia mengatakan 'Aku memang terlalu kecau untuk menghamburkan amarahku pada orang yang aku cintai'," kata pengacara Johnny Depp yang lain, Adam Waldman.

 

 

 

 

Penulis Binsar Hutapea
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.