Dicegat Petugas saat Hendak Tinggalkan Rutan, Roro Fitria Batal Melayat Ibunda

Abdul Rahman Syaukani Selasa, 16 Oktober 2018 07:15:02
Roro Fitria Senin sore kemarin batal berangkat ke Yogyakarta untuk melihat pemakaman ibunya. (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Roro Fitria seharusnya berangkat ke Yogyakarta pada Senin (15/10) sore kemarin untuk melihat pemakaman ibunya, Raden Retno Winingsih. Almarhumah meninggal dunia Senin pagi di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan. 

Roto Fitria sudah mandi dan sudah siap untuk berangkat. Namun saat hendak meninggalkan tahanan, ia dicegat oleh petugas. 

“Tadinya sudah senang kan sudah dapat izin, bisa bareng sama bunda walau pesawatnya lain.  Roro sudah happy, sudah senang, meskipun tetap terpukul. Tiba-tiba sudah depan pintu banget, ibu Lapas masuk lagi dan bilang enggak bisa,” kata Asgar Sjarfie saat dihubungi melalui sambungan telepon. 

Roro Fitria Senin sore kemarin batal berangkat ke Yogyakarta untuk melihat pemakaman ibunya. (Seno/tabloidbintang.com)
Roro Fitria Senin sore kemarin batal berangkat ke Yogyakarta untuk melihat pemakaman ibunya. (Seno/tabloidbintang.com)

Tidak diizinkan pulang Senin kemarin, Roro Fitria sangat syok dan terpukul. Padahal sebelumnya dia sudah menaruh harapan besar bisa melihat ibunya untuk yang terakhir kali.

“Dia syok, menyesal banget. Kan dia mau mandiin, shalatin mau ketemu,” tuturnya lebih lanjut. 

Asgar mengatakan, Roro Fitria gagal keluar dair tahanan karena terjadi perbedaan penafsiran redaksional dalam perizinan. 

“Diredaksinyakan tertulis 2 hari, diizinkan keluar tadi jam 10 sampai jam 6, hari selasa jam 9 sampai jam 6. Nah dia kan harus balik dulu (ke Rutan), enggak mungkin bolak-balik. Kami sempat debat dulu, jaksa debat, polisi juga. Tapi lapas punya kebijakan,” tutur Asgar. 

(man/ari)

Penulis Abdul Rahman Syaukani
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.