Ditolak, Anak Nunung Gagal Menjenguk Ibundanya di Tahanan

Supriyanto Sabtu, 20 Juli 2019 17:00:27
Bagus gagal menjenguk ibunya di Tahanan Polda Metro Jaya. (Supriyanto/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Bagus Permadi, putra pertama Nunung Srimulat syok saat mendengar ibundanya ditangkap karena kasus narkoba, Jumat (19/7) siang. Bagus sempat berurai air mata saat dimintai komentar terkait kasus narkoba yang menjerat Nunung.

Saat Nunung dicokok pihak berwajib, Bagus sedang berada di Solo bersama istrinya. Ia baru tiba di Jakarta Sabtu pagi, dan ingin langsung menjenguk sang bunda di tahanan narkoba Polda Metro Jaya.

Namun Bagus gagal mewujudkan keinginannya. Ia ditolak bertemu Nunung, karena datang bukan pada jam kunjungan.

Bagus gagal menjenguk ibunya di Tahanan Polda Metro Jaya. (Supriyanto/tabloidbintang.com)
Bagus gagal menjenguk ibunya di Tahanan Polda Metro Jaya. (Supriyanto/tabloidbintang.com)

"Yang pasti agak menyesal juga ya belum bisa jenguk mama karena belum ketemu sama sekali. Sedih juga yang pasti, enggak bisa tahu keadaan orang tua," ungkap Bagus Permadi.

Bagus pasrah dan mengikuti peraturan dari pihak kepolisian. Yang pasti dirinya sangat ingin bertemu dengan Nunung.

"Kita ikutin prosedur di sini. Kalau waktunya sudah harus ketemu pasti akan dipertemukan sama mama. Mungkin masih ada apa di dalam kita kan gak tahu. Saya juga kan baru hadir hari ini, baru sampai banget dari solo tadi pagi," pungkas Bagus.

Nunung ditangkap polisi karena kasus narkoba. (dok. PMJ)
Nunung ditangkap polisi karena kasus narkoba. (dok. PMJ)

Nunung Srimulat ditangkap di kediamannya kawasan Tebet, Jakarta Timur, pada Jumat (19/7)) siang. Dari tangan Nunung, polisi menyita narkoba berjenis sabu. Suami Nunung, Ian Sambiran, juga ikut diamankan.

(pri/ari)

Penulis Supriyanto
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.