Tanpa Sungkeman, Begini Tradisi Lebaran di Keluarga Prilly Latuconsina

Altov Johar Kamis, 14 Juni 2018 05:00:39
Prilly Latuconsina. (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Bila di kebanyakan keluarga memiliki tradisi sungkeman saat Hari Raya Idul Fitri, tidak begitu dengan Prilly Latuconsina. Sejak kecil Prilly tidak pernah melakukan tradisi itu di keluarganya.

"Makanya orang kadang, lo enggak sungkeman? Hah kok gue enggak pernah sungkeman di rumah. Enggak tahu ya, mungkin keluargaku sekasual itu, segaul itu sama anak. Enggak ada kayak gue orang tua lu anak ayo sungkeman," ujar Prilly Latuconsina di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Dikatakan Prilly Latuconsina, justru keceriaan sangat terasa di keluargannya saat Lebaran. Saling memaafkan pun dengan cara masing-masing, tanpa harus dengan ritual sungkeman.

"Enggak ada sungkeman, enggak ada nangis. Enggak tahu deh, emang keluarga rock and roll. Jadi kita minta maaf dengan cara kita, bukan dengan cara sungkeman. Kalau sungkeman kita ketawa apaan sih," paparnya.

Prilly Latuconsina. (Seno/tabloidbintang.com)
Prilly Latuconsina. (Seno/tabloidbintang.com)

"Ya kan setiap keluarga punya tradisi beda-beda, ada yang formal ada yang kayak aku sama mama papa enggak pakai sungkeman," lanjut Prilly Latuconsina.

Dilanjutkan Prilly Latuconsina, keluarga juga selalu menghadirkan organ tunggal sebagai hiburan di hari Lebaran. Biasanya mereka juga mengadakan permainan, demi menambah keceriaan. Pun makanan khas Lebaran yang dihidangkan.

"Mungkin orang merasanya aneh, apaan sih Lebaran di rumah lu nyanyi-nyanyi. Ya gimana, itu tradisi di keluarga papa. Orang ambon kan hobinya nyanyi, jadinya kita Lebaran ngumpul ada organ tunggal. Biasanya oma aku masak makanan makanan khas Ambon," pungkas Prilly Latuconsina

(tov/ari)

Penulis Altov Johar
Editor Ari Kurniawan
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.