Night Bus, Langkah Pertama Darius Sinathrya dan Teuku Rifnu Wikana Sebagai Produser Film

Agestia Jatilarasati Jumat, 24 Pebruari 2017 06:45:19
Darius Sinathrya coba peruntungan sebagai produser film (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Perkembangan dunia perfilman Indonesia kian pesat. Berbagai genre hadir mewarnai perfilman Indonesia. Salah satunya thriller. Walau belum sesemarak genre drama atau komedi, perlahan thriller mulai mendapat tempat di hati pecinta film Tanah Air. 

Ingin membuat nuansa baru dalam dunia perfilman Indonesia, Teuku Rifnu Wikana dan Darius Sinathrya memberanikan diri untuk membuat film thriller berjudul Night Bus, yang mengambil cerita konflik separatis dan kemanusiaan.  "Jadi, film ini tidak murni thriller, tetapi ada unsur dramanya juga. Kami menyebutnya dengan dramatic thriller," ungkap Darius saat ditemui di daerah Jakarta Selatan.

Film ini merupakan adaptasi dari cerpen Selamat yang ditulis Teuku Rifnu Wikana. Cerpen Selamat sendiri terinspirasi dari pengalaman Rifnu ketika melakukan perjalanan ke daerah konflik. "Awalnya karena banyak orang yang mengatakan cerpennya bagus kalau dijadikan film. Lalu saya beranikan diri untuk menjadikannya sebuah film," Rifnu menjelaskan.

Darius mengaku langsung tertarik dan merasa tertantang ketika ditawari untuk menjadi produser film Night Bus. "Ketika Rifnu datang membawakan script Night Bus, saya langsung tertarik. Ini merupakan film pertama yang saya produseri dan saya ingin menghadirkan warna baru dalam perfilman Indonesia," ujar Darius.

Night Bus yang dibintangi Yayu Unru, Toro Margens, Tio Pakusadewo, Lukman Sardi, Donny Alamsyah, dan sederet artis lainnya, akan tayang di bioskop 6 April 2017. 

(ages/ari)

Penulis Agestia Jatilarasati
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
TERBARU