Otis Hahijary : Kalau Enggak Punya Harapan, Buat Apa Hidup?

Vallesca Souisa Selasa, 24 Desember 2019 17:30:12
Otis Hahijary, Vice President ANTV Berbagi kasih dan semangat dengan anak yatim

TABLOIDBINTANG.COM - Natal identik dengan berbagi kasih dan harapan.  Memaknai spirit Natal,  Otis Hahijary, Vice President ANTV  berkunjung ke beberapa Panti Asuhan di Jakarta, berbagi berkat.  Ini juga dilakukan, sebagai ungkapan syukurnya, mencapai usia 50 tahun, pada 13 Desember lalu,  dan berhasil melewati ujian dalam hidupnya.

“Tahun ini tahun yang berat. Luar biasa berat. Dalam arti kata, saya tuh enggak produktif, karena sakit. Dan bukan saya juga yang bikin sakit, tapi karena ada  suatu kesalahan (medis). Sehingga saya berobat sampai ke Jerman, New York, lalu sempat lama (dirawat)  juga di Singapura,” ungkap Otis Hahijary, membuka obrolan dengan kami, selepas mengunjungi Panti Asuhan Mizan Amanah, di Karang Tengah, Tangerang, pada Jumat (20/12).

Otis Hahijary saat berkunjung ke salah satu Panti Asuhan di Jakarta bersama ibunya Lily Hahijary
Otis Hahijary saat berkunjung ke salah satu Panti Asuhan di Jakarta bersama ibunya Lily Hahijary

Karena kesalahan kecil ini, Otis menjelaskan, ia harus menjalani operasi lebih dari 10 kali. Salah satunya di Singapura. Dimana ia harus dirawat di ICU kurang lebih 62 hari dan tinggal di negeri tersebut sampai 100 hari. “Sambil dirawat, saya bekerja dari Singapura. Pak Anindya Bakrie, Pak Erick Thohir begitu suportif terhadap saya. Sehingga saya bisa jalani pekerjaan dari rumah sakit. 

Meski, masih ada perawatan yang harus dijalani pada 7 Januari 2020, Otis punya harapan dan keyakinan kuat, Tuhan akan memampukannya memimpin ANTV kembali menjadi stasiun TV terdepan.  “Saya pokoknya berprinsip gini, kalau enggak punya semangat, enggak punya harapan, ngapain hidup coba? Iya enggak? Jadi saya taruh goals, saya bilang sama semua deputi sampai level bawah, saya sudah kembali normal, ritme kerja saya keras! Saya berusaha sebaik-baiknya, sisanya biar Tuhan yang mengerjakan,” bilang Otis.

Desember ini, selepas merayakan ulang tahunnya ke-50 di Singapura bersama para seleb; Ayu Tingting, Luna Maya, Ayu Dewi, Ruben Onsu, Nia Ramadhani, para pengusaha dan sosialita, Pak Otis melanjutkan merayakan ulang tahunnya ke Paris bersama keluarga.  Pulang dari Paris, 18 Desember lalu, beliau langsung menggelar meeting bersama para stafnya, dan pada 20 Desember langsung mengunjungi Panti Asuhan Mizan Amanah, berbagi kasih dan suka cinta dengan 100 anak yatim di sana.

 Otis Hahijary berbagi suka cita bersama anak-anak Panti Asuhan Mizan Amanah
Otis Hahijary berbagi suka cita bersama anak-anak Panti Asuhan Mizan Amanah

“Jadi ya, kunjungan ini masih rangkaian dari ulang tahun saya. Begitu meriahnya perayaan di Singapura, Paris, tapi kita tetap harus berbagi, dong. Setelah panti asuhan ini (Mizan Amanah), hari Senin 23 Desember, saya kunjungi Panti Asuhan Katolik, “ ucap Otis, yang memberikan donasi semangat kepada anak-anak yatim piatu ini, “Adik-adik, selalu rajin belajar, rajin berdoa, apapun kondisinya jangan pernah lupakan Tuhan. Kalau kita berpaut pada-Nya, enggak ada yang enggak mungkin.”

Kebersamaan di Panti Ashuan Abhimata
Kebersamaan di Panti Ashuan Abhimata

“Jadi ya, kunjungan ini masih rangkaian dari ulang tahun saya. Begitu meriahnya perayaan di Singapura, Paris, tapi kita tetap harus berbagi, dong. Setelah panti asuhan ini (Mizan Amanah), hari Senin 23 Desember, saya kunjungi Panti Asuhan Katolik, “ ucap Otis, yang memberikan donasi semangat kepada anak-anak yatim piatu ini, “Adik-adik, selalu rajin belajar, rajin berdoa, apapun kondisinya jangan pernah lupakan Tuhan. Kalau kita berpaut pada-Nya, enggak ada yang enggak mungkin.” ucap Otis Hahijary.

Penulis Vallesca Souisa
Editor Vallesca Souisa
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.