Okan Cornelius Ungkap Alasan Menangis Usai Menikahi Lee Sachi

Ulfa Gusti Utami Minggu, 11 Pebruari 2018 11:00:00
Okan Cornelius menikahi Lee Sachi (Ana S Pratama / tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Okan Cornelius resmi melepas masa dudanya setelah menikahi sang kekasih, Mey Lee atau Lee Sachi, Sabtu (10/2) bertempat di Segarra, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara.

Bertema family garden, dekorasi area acara pernikahan didominasi nuansa putih dan merah muda. Momen pemberkatan pernikahan berlangsung sakral. Okan Cornelius bahkan sempat menangis setelah pemberkatan.

Okan Cornelius menikahi Lee Sachi (Ana S Pratama / tabloidbintang.com)
Okan Cornelius menikahi Lee Sachi (Ana S Pratama / tabloidbintang.com)

Ternyata tangis Okan Cornelius pecah bukan tanpa alasan. Okan mengungkap bawa hal itu terjadi lantaran ia mengingat mendiang sang ayah. 

"Sedih kalau bicara almarhum bokap, karena gue mau bokap menyaksikan ini. Jadi di setiap momen-momen yang membawa bokap, pasti gue akan sedih karena tidak bisa memberikan yang terbaik buat dia," ungkap Okan. 

Okan dan ibu kandungnya (Supri/tabloidbintang.com)
Okan dan ibu kandungnya (Supri/tabloidbintang.com)

Kedatangan sang ibu kandung dari luar negeri demi menyaksikan pernikahan juga menjadi alasan Okan menangis. 

"Ditambah ada nyokap dari Turki dateng, jadi ya terharulah, seneng, jadi ada dua ibu yg hadir di pernikahan. Sebagai manusia normal, wajar gue sempat terharu," tambah Okan.  

Okan dan Lee Sachi memutuskan menikah setelah lebih dari satu tahun kenal. Memiliki keyakinan yang sama menjadi hal yang membuat Okan mantap meminang Lee. Apalagi, Okan mengaku bahwa Lee bisa membawanya lebih dekat dengan Tuhan. 

"Gue kenal Lee kurang lebih setahun, kebetulan seiman dan satu gereja. Dia juga yang membuat gue lebih mendekatkan diri pada Tuhan," tandas Okan.

(gst/ray)

Penulis Ulfa Gusti Utami
Editor Panditio Rayendra
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.