Di Mana Anak-Cucu Kita Akan Tinggal di Masa Depan?

Qaris Tajudin Wednesday, 19 July 2017
Rumah diperuntukkan bagi para peniliti di atas komet yang terus menerus bergerak.

TABLOIDBINTANG.COM - Di mana anak-cucu kita akan tinggal? Di masa depan, suami-istri mungkin tak lagi berdebat akan membeli rumah tapak atau apartemen.

Mereka bisa jadi akan menabung untuk punya rumah yang tergantung di asteroid atau sebuah “iglo” di Mars.

Terdengar terlalu mengada-ada?

Kita bisa berkata seperti itu. Sama dengan saat Jules Verne (1828-1905) membuat sejumlah novel yang bagi orang saat itu amat fiksi, mustahil bisa diwujudkan. Pada 1865 dia menulis De la Terre à la Lune (Dari Bumi ke Bulan) yang menceritakan perjalanan menuju bulan; atau Twenty Thousand Leagues Under the Sea yang mendeskripsikan secara rinci kapal selam yang mirip dengan yang ada saat ini.

Bagi banyak orang di zamannya, apa yang dibuat Verne benar-benar fiksi ilmiah yang mungkin tak akan pernah jadi nyata. Apalagi sejumlah ide Leonardo da Vinci (1452-1519) tentang helikopter dan kereta tak berkuda. Toh semua itu kini sangat masuk akal dan menjadi keseharian kita saat ini.

Hal yang sama terjadi saat Masayuki Sono dan Ostap Rudakevych membuat Clouds Architecture Office pada 2010. Orang mungkin menganggapnya sedikit kelewatan saat menawarkan sebuah bangunan yang tergantung di asteroid dan untuk turun ke bumi, penghuninya memakai parasut. Atau sebuah rumah es berbentuk iglo Eskimo di Mars; kota di awan yang seperti balon helium yang melayang-layang di atas sana.

Sejumlah desain mereka mungkin akan dipakai dalam proyek-proyek NASA, tapi banyak juga yang mungkin tak akan mereka pakai.

Lalu apa pentingnya Arsitektur futuristik?

Ini tentu bukan sekadar penumpahan kreativitas yang berlebihan. Di sinilah fungsi seni dalam ilmu pengetahuan. Sebagai pendobrak semua hal yang tak mungkin.

Seni, imajinasi yang gila-gilaan, dan kreativitas tanpa batas, adalah penyeimbang dari keterbatasan yang dikukuhkan oleh ilmu teknik saat ini. Tugas utama Verne dan Da Vinci adalah membuat kita berpikir bahwa seharusnya kita bisa membuat semua itu. Mereka mungkin memikirkan dasar-dasar teknik yang bisa diterapkan, tapi bukan tugas seni untuk bertanggungjawab untuk mewujudkannya.

Berikut sejumlah ide gila dari Clouds AO

1. Analemma Tower

Gedung yang disangkutkan pada asteroid yang mengorbit pada bumi. Gedung itu tak menapak, tergantung seperti bandulan yang bisa berpindah tempat. Di dalamnya ada banyak fungsi, mulai dari kuburan, tempat penyimpanan, hunian, dan juga kantor.

2. Mars Ice Home

Bekerjasama dengan NASA, Clouds AO membuat rumah yang bisa dipakai untuk tinggal lama para awak peneliti di Mars. Rumah ini bisa menolak panas dan radiasi yang memapar planet merah itu.

3. Comet Runner

Mirip dengan Mars Ice Home, hanya saja ini diperuntukkan bagi para peniliti di atas komet yang terus menerus bergerak.

4. Aqualta

Ini adalah murni banyangan mereka seandainya pemanasan global membuat permukaan laut naik dan kota-kota besar tenggelam. Tidak seekstrem Water World-nya Kevin Costner, karena manusia masih bisa mondar-mandir dengan perahu atau lalu lintas di atas air.

5. Cloud City

Ini adalah balon-balon yang bisa dibongkar pasang, diterbangkan di atas kota yang terendam banjir, atau sekadar ingin menikmati hidup terombang-ambing di awan.

6. Cloud Skippers

Hampir mirip Cloud City, hanya saja Cloud Skipper terbang lebih tinggi, tidak terikat pada bangunan di bumi, dan tidak memakai helium melainkan angin seperti halnya gantole.

Sumber artikel dan gambar lengkap:

HOME.CO.ID

Penulis Qaris Tajudin
Editor Tubagus Guritno
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.