Dennis Adhiswara Penasaran Karakter AADC Ini Difilmkan

Altov Johar Jumat, 11 Januari 2019 12:00:10
Dennis Adhiswara menilai film AADC menyimpan banyak karakter yang menarik. (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Dennis Adhiswara menilai film Ada Apa Dengan Cinta (AADC) menyimpan banyak karakter yang menarik. Di antaranya Milly dan Mamet yang diangkat ke layar lebar dan meraih hasil memuaskan.

Menurut Dennis Adhiswara, setiap karakter yang ada di film AADC layak untuk diangkat. Semisal bagaimana karakter Maura bertemu dengan Christian lalu membina rumah tangga, seperti yang disajikan di AADC 2.

"Mungkin paling bikin penasaran, Maura kenapa dia bisa punya keluarga, bisa menikah dengan Christian, keluarga sebesar itu, dia ketemunya di mana, itu saya bertanya-tanya. Mungkin cocok jadi romantic comedy juga, lucu tuh," kata Dennis Adhiswara di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (10/1).

Dilanjutkan Dennis Adhiswara, karakter Karmen yang diperankan Adinia Wirasty juga memiliki latarbelakang cerita yang menarik. Tentu geng Cinta akan selalu ada di dalamnya. Dennis sendiri penasaran jika karakter-karakter AADC difilmkan.

"Karmen punya masa lalu yang kelam dan dia punya struggle yang sangat real dan related, itu juga menarik untuk difilmkan. Geng Cinta sendiri pun juga pasti akan selalu ada di film tersebut. Bagaimana kontribusinya, komposisinya itu tunggu aja. Gue juga sama seperti kalian," ungkapnya.

Adapun potensi Milly & Mamet dijadikan sekuel, menurut Dennis hal itu harus ditanyakan kepada Mira Lesmana dan Riri Riza, atau Ernest Prakasa selaku sutradara dan penulis cerita.

"Cuma yang saya lihat sih dunia AADC ini luas. Kalau mau dibahas cerita ke film berikutnya masih ada kok karakter geng Cinta lain yang menarik sebenernya," pungkas Dennis Adhiswara.

(tov/ari)

Penulis Altov Johar
Editor Ari Kurniawan
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.