Syuting Bareng Hanung Bramantyo Lagi, Lukman Sardi: Tinggal Ngobrol Saja!

Panditio Rayendra Sabtu, 11 Mei 2019 18:00:00
Lukman Sardi (Bambang Setiawan / tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Lukman Sardi dikabarkan syuting film Ainun yang diproduksi MD Pictures. Ainun menjadi bagian dari film Habibie&Ainun dan Rudy Habibie yang sukses besar di bioskop. Ainun disutradarai oleh sineas peraih 2 Piala Citra, Hanung Bramantyo. Ini bukan kali pertama Lukman Sardi diarahkan Hanung Bramantyo. Sebelumnya, keduanya bekerja sama di film Sang Pencerah dan Soekarno: Indonesia Merdekayang mencetak box office.

Apa rasanya bertemu dengan Hanung Bramantyo lagi? Ditanya ini, Lukman Sardi tertawa. “Ha ha ha. Secara personal sebelum syuting, kami tinggal mengobrol saja. Kami sudah satu frekuensi. Namun di lokasi syuting saya, kan berurusan dengan lawan main seperti Reza Rahadian dan Maudy Ayunda. Jadi saya tetap menjalani reading dan memperlajari latar belakang para tokoh film ini,” ujar Lukman Sardi kepada tabloidbintang.com di Jakarta, belum lama ini.

Terlibat dalam film yang memiliki rekam jejak box office tak membuat Lukman Sardi terbeban. Ia sendiri telah berkali-kali mencetak box office. Bagi Lukman Sardi, urusan film bukan hanya box office semata. Dalam setiap proyek layar lebar, khususnya yang diangkat dari kisah nyata, Lukman Sardi belajar banyak hal tentang hidup.

“Bapak Habibie dan Ibu Ainun misalnya, keduanya adalah ikon cinta sejati. Mereka simbol kesetiaan baik kepada pasangan maupun negara. Itu sebabnya Indonesia sangat membutuhkan pasangan ini. Itu sebabnya masyarakat sangat mencintai dan menghormati Pak Habibie dan Ibu Ainun,” Lukman Sardi menukas.

Penulis Panditio Rayendra
Editor Panditio Rayendra
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.