Film Kajeng Kliwon Diangkat dari Mitos Horor Masyarakat Bali

Ari Kurniawan Minggu, 17 November 2019 19:00:37
Wathin Ciptawan ajak 250 anak yatim nonton bareng film Kajeng Kliwon. (Ist)

TABLOIDBINTANG.COM - Wathin Ciptawan memulai karier sebagai pengusaha. Namun kecintaannya kepada dunia entertaiment membuat pria 45 tahun itu duduk di kursi executive producer film Kajeng Kliwon. Baru-baru ini ia mengajak 250 anak yagim piatu menonton film Kajeng Kliwon Di Surabaya. 

Kecintaan Wathin pada dunia seni menurun pada dua anaknya, Weda dan Deva. Mereka terlibat di film horor Kajeng Kliwon dan film drama berjudul Mengejar Surga. Keduanya kini juga tengah serius belajar akting untuk persiapan film layar lebar berikutnya.

Selain menjalani rutinitas sebagai pengusaha, Wathin Ciptawan bersyukur mempunyai dua anak yang berbakat. Film Kajeng Kliwon merupakan film pertama untuk kedua anaknya. Diakui Wathin, tidak mudah untuk bisa menembus industri film saat ini.

"Saya bersyukur bisa jadi produser dalam film Kajeng Kliwon ini, yang juga sekaligus memberikan kesempatan untuk anak saya berkarya di dunia yang memang mereka suka. Film ini juga sebagai bentuk apresiasi saya untuk tanah kelahiran saya" ujarnya.

Wathin sangat optimis film yang bergenre horor yang diadaptasi dari budaya Bali ini sanggup mencuri perhatian publik. Terlebih karena ceritanya  yang unik dan sangat dekat dengan orang-orang Bali.

"Di usia saya yang semakin bertambah ini saya akan lebih serius ke dunia bisnis dan sebagai executive producer. Jika saya bisa memberi dampak positif, dengan senang hati. kebahagiaan terbesar adalah pada saat kita bisa menjadi berkat bagi banyak orang," pungakas laki-laki asal Singaraja Bali itu.

Penulis Ari Kurniawan
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.