Ajukan Nafkah ke Dipo Latief, Nikita Mirzani: Murah Aja, Say!

Altov Johar Kamis, 14 Maret 2019 18:15:23
Nikita Mirzani tahu betul bagaimana isi kantong Dipo Latief. (Altov/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Nikita Mirzani senang permohonan isbat nikahnya terhadap Dipo Latief dikabulkan Majelis Hakim Pengadilan Agama Jakarta Selatan. Bahkan Nikita juga berencana mengajukan tuntutan nafkah anak yang kini masih di kandungannya kepasa Dipo.

"Kalau tuntutan nafkah itu kan memang ada di Undang-Undang Perkawinan. Gue sih enggak minta, tapi gue ikut sesuai ajaran yang dianut aja, Islam. Kan diwajibkan untuk laki-laki yang sudah menaruh benihnya untuk menafkahi," ujar Nikita Mirzani usai sidang, Kamis (14/3).

Nikita mengaku tak akan meminta banyak pada Dipo. Hal itu didasari pada pengalaman sebelumnya saat bercerai dari Sajad Ukra. Tak kunjung dinafkahi, Nikita mengaku justru dilaporkan ke polisi.

Dipo Latief (Supriyanto/tabloidbintang.com)
Dipo Latief (Supriyanto/tabloidbintang.com)

"Aduh murah aja Say, yang dulu aja pala botak cuma 5 sampai 6 juta, itu juga enggak bayar-bayar. Ujung-ujungnya gue dilaporkan polisi. Belum tahu gue, masih mikir-mikir lah," katanya.

"Niki mah gampang aja, kalau emang miskin bilang dari awal. 'Gue miskin, enggak bisa nafkahi’, kelar dah," sambungnya.

Nikita tahu betul bagaimana isi kantong Dipo Latief. Hanya saja ia tak terlalu berharap karena tahu Dipo juga memiliki tanggung jawab membiayai anaknya yang menetap di luar negeri.

"Gue kan tahu gajinya dia Rp250 juta, dia cuma hidup dari gaji doang. Anaknya dua tinggal di Singapura, yang pertama Rp75 juta yang satu 35 juta tiap bulan," pungkas Nikita Mirzani.

(tov/bin)

Penulis Altov Johar
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.