Sarita Abdul Mukti Sempat Menduga Vicky Prasetyo Pakai Jimat

Altov Johar Sabtu, 14 September 2019 06:00:23
Sarita Abdul Mukti yakin Vicky Prasetyo tak akan berani mendekatinya. (Altov/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Vicky Prasetyo mengagumi sosok Sarita Abdul Mukti. Bahkan Vicky diketahui sempat mengirim pesan kepada wanita yang akrab disapa Bunda Sarita itu, melalui fitur DM (direct message) di Instagram.

Nyatanya kekaguman Vicky Prasetyo berbanding terbalik dengan respons Sarita Abdul Mukti. Sebab ia berpikir Vicky memiliki jimat yang menyebabkan punya banyak pacar. Saking takutnya, Sarita sengaja mengenakan sarung tangan ketika bertemu Vicky di program acara di televisi.

Vicky Prasetto (Markuat/tabloidbintang.com)
Vicky Prasetto (Markuat/tabloidbintang.com)

"Vicky Prasetyo kan ceweknya banyak terus saya takut beliau itu punya sesuatu (jimat). Jadi saya datang ke situ memang dandan yang kira-kira bisa masuk sarung tangan," ujar Sarita Abdul Mukti di Kawasan Senopati, Jakarta Selatan, Jumat (13/9).

"Ya saya dandan ala bikers, pakai sarung tangan. Jadi kalau salaman kena sarung tangan. Takut Bro, ha ha ha," tambah Sarita lalu tertawa. Sarita mengaku belum pernah bertemu dengan Vicky sebelumnya. Nyatanya dugaan Sarita meleset setelah bertemu langsung dengan Vicky.

"Saat itu saya belum ketemu, belum kenal sama sekali dengan Vicky prasetyo. Jadinya saya siapkan sarung tangan. Begitu di situ sudah salaman, enggak sih, kayaknya Vicky enggak (punya ilmu pelet)," katanya.

Sarita juga yakin Vicky Prasetyo tak akan berani mendekatinya. Terlebih untuk menyatakan perasaan dengan bunga. "Enggak lah, itu hanya lucu-lucuan aja," pungkas Sarita Abdul Mukti.

(tov)

Penulis Altov Johar
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.