Sedih, Irish Bella Sempat Tak Mau Melihat Bayi Kembarnya yang Meninggal

Abdul Rahman Syaukani Selasa, 8 Oktober 2019 18:00:23
Irish Bella terpaksa menjalani persalinan di usia bayi kembarnya baru memasuki usia 7 bulan kehamilan. (Instagram)

TABLOIDBINTANG.COM - Irish Bella terpaksa menjalani persalinan di usia bayi kembarnya baru memasuki usia 7 bulan kehamilan. Hal itu karena pertumbuhan bayi kembar Irish Bella mengalami masalah dan meninggal di dalam kandungan.

Diungkapkan dr. Gatot Abdurrazak selaku penanggung jawab dari Rumah Sakit Harapan Kita, Irish Bella sempat tidak mau melihat bayi kembarnya setelah proses persalinan caesar.

"Dia enggak mau melihat bayinya, mungkin karena sedih ya. Tapi pas beberapa waktu, dia baru mau melihat," ucap dr. Gatot di hadapan awak media.

dr. Gatot Abdurrazak  (Rahman/tabloidbintang.com)
dr. Gatot Abdurrazak  (Rahman/tabloidbintang.com)

Sekalipun rasa sedih tak bisa dipungkiri, dr. Gatot memuji ketegaran pasangan Ammar Zoni - Irish Bella dalam menghadapi musibah ini. Menurut dokter Gatot, Ammar- Irish termasuk pasangan yang tegar.

"Pasangan ini luar biasa. Setelah saya jelaskan perjalanan penyakitnya, Alhamdulillah mereka memahami. Mereka tidak down," paparnya.

Lebih lanjut diungkapkannya, jika Irish Bella mau hamil lagi, dr. Gatot menyarankan ada jeda terlebih dahulu 3 bulan supaya kandungannya lebih kuat.

"Paling cepat 3 bulan, tapi ini bukan keguguran ya. Karena kalau keguguran di bawah 20 minggu. Ini prematur, kandungan sudah 27 minggu," tutur dr. Gatot.

Bayi kembar anak Irish Bella - Ammar Zoni dimakamkan di TPU Kalimulya 1 Depok, Jawa Barat, Minggu (6/10) malam lalu. Kala itu Ammar Zoni turun langsung memakamkan kedua buah hatinya.

(man)

Penulis Abdul Rahman Syaukani
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.