Komentar Kriss Hatta Terkait Tanggapan JPU Atas Nota Pembelaannya

Altov Johar Kamis, 27 Juni 2019 09:00:28
Kriss Hatta menanti putusan majelis hakim. (Altov/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Sidang kasus pemalsuan akta pernikahan dengan terdakwa Kriss Hatta, kembali digelar. Sidang kali ini mengagendakan tanggapan jaksa penuntut umum atas nota pembelaan Kriss.

Menurut Kriss Hatta, apa yang dibacakan jaksa justru tidak menanggapi nota pembelaan yang dibuatnya. Bahkan ia menilai, jaksa kesulitan untuk menanggapinya.

"Kalau yang aku cermatin sih, dia hanya menanggapi pledoi dari kuasa hukum, dia (JPU) enggak menanggapi pledoi yang aku bikin karena sulit," kata Kriss Hatta usai sidang di Pengadilam Negeri Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (26/6).

Kriss Hatta menanti putusan majelis hakim. (Altov/tabloidbintang.com)
Kriss Hatta menanti putusan majelis hakim. (Altov/tabloidbintang.com)

"Sulitnya kenapa? karena saya yang melihat, saya yang mendalami. Membantah sebuah kronologis itu bukan hal yang mudah, ya lebih baik dia tidak menanggagpi. Kalau menanggapi lebih rancu kan," tambah Kriss Hatta.

Kuasa hukum Kriss Hatta, Muhammad Zein, mengatakan JPU sebaiknya jeli melihat kasus ini. Ia mengimbau agar JPU nantinya tidak melihat siapa yang menang dan kalah. Justru keadilan yang harus ditegakan terkait kasus ini.

"Terkait dengan tadi yang disampaikan oleh Jaksa, sebenarnya dunia peradilan itu muaranga dari para pencari keadilan, khususnya buat Jaksa dalam hal ini. Semangatnya ini bukan mencari siapa yang menang tapi sama-sama mencari keadilan yang sesungguhnya," pungkas Zein.

Kriss Hatta menanti putusan majelis hakim. (Altov/tabloidbintang.com)
Kriss Hatta menanti putusan majelis hakim. (Altov/tabloidbintang.com)

(tov/ari)

Penulis Altov Johar
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.